UpdateIKN.com, Samarinda – Konsep Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dinilai harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional, bukan hanya menghadirkan identitas baru bagi sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan integrasi yang dimaksud seharusnya menyentuh kurikulum hingga penyiapan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Istilah “terintegrasi”, kata Anhar, harus diterjemahkan sebagai sinergi antara pendidikan, dunia usaha, dan kebutuhan industri. Menurutnya, kurikulum yang ada saat ini belum mampu menjawab tantangan pasar tenaga kerja.
“Konsep terintegrasi itu seharusnya menyentuh substansi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya, Senin (1/7/2026).
Dirinya juga menyoroti masih banyaknya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan maupun perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa sistem pendidikan masih perlu dibenahi.
Anhar menilai pendidikan tidak boleh berhenti pada proses belajar di ruang kelas. Pemerintah juga harus memastikan adanya kesinambungan antara pendidikan dan peluang kerja bagi para lulusan.
“Kalau lulusan sekolah dan perguruan tinggi masih banyak yang menganggur, berarti ada mata rantai yang belum tersambung antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Anhar juga menyinggung ribuan lulusan perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulawarman, yang setiap tahun memasuki pasar kerja. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki strategi yang jelas agar para lulusan tersebut memiliki peluang kerja yang lebih besar.
Komisi IV DPRD Samarinda, lanjut Anhar, mendorong evaluasi kurikulum dengan melibatkan pemerintah daerah, kalangan industri, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga legislatif agar pendidikan menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar dibutuhkan.
“Negara ini hanya sampai pada tahap membangun gedung yang bagus dan meningkatkan kualitas gurunya, tetapi setelah lulus, siswa dibiarkan berjuang sendiri mencari hidup. Itu yang harus dibenahi,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)






