UpdateIKN.com, Samarinda – Aksi 21 April di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir ricuh setelah situasi yang sempat kondusif berubah drastis usai magrib. Massa yang tidak membubarkan diri terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian.
Sejak pagi, ribuan peserta aksi dari berbagai aliansi masyarakat telah turun ke jalan. Mereka mengawali pergerakan dari Islamic Center Samarinda, lalu menuju Kantor DPRD Kaltim sebelum akhirnya bergerak ke kantor gubernur.
Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan Gubernur Kaltim yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat, serta isu janji politik yang belum terealisasi.
Menjelang magrib, sebagian massa sempat meninggalkan lokasi. Namun masih banyak yang bertahan. Aparat keamanan berkali-kali mengimbau massa untuk membubarkan diri, tetapi tidak diindahkan.
Situasi kemudian memanas. Massa mulai melakukan pelemparan ke arah petugas. Polisi pun merespons dengan menyemprotkan water cannon untuk menghalau massa.
Kericuhan terjadi di beberapa titik, mulai dari depan kantor gubernur hingga sisi samping yang mengarah ke belakang gedung. Massa terus melakukan perlawanan dengan lemparan, sementara aparat berupaya mengendalikan situasi.
Sekitar pukul 18.00 WITA, massa sempat merangsek maju, namun berhasil dipukul mundur dengan tembakan gas air mata. Bentrokan berlanjut hingga pukul 19.30 WITA, ketika aparat mulai menguasai keadaan dan memukul mundur massa secara bertahap.
Dalam insiden tersebut, sejumlah peserta aksi dilaporkan pingsan. Mayoritas korban adalah perempuan yang langsung dievakuasi oleh tim medis yang siaga di lokasi.
Memasuki pukul 20.00 WITA, massa akhirnya membubarkan diri. Aparat keamanan kemudian kembali ke dalam halaman kantor gubernur untuk melakukan apel.
Hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan pemerintah, termasuk Gubernur Kaltim yang menemui massa. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari para peserta aksi yang berharap adanya dialog langsung. (Ramadhani/Par)






