Warga Samarinda Segera Nikmati Bus Modern Bersubsidi

UpdateIKN.com, Samarinda – Harapan masyarakat Kota Samarinda untuk memiliki transportasi umum yang nyaman dan terintegrasi mulai menemukan titik terang.
Pemerintah pusat membuka peluang bagi ibu kota Kalimantan Timur itu untuk mendapatkan program Buy The Service (BTS), skema subsidi operasional angkutan massal yang telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, warga Samarinda berpeluang menikmati layanan bus modern yang didukung jaringan angkutan pengumpan atau feeder mulai tahun depan.
Kehadiran sistem tersebut diyakini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan peluang tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pengembangan transportasi publik di Kota Tepian.
Menurutnya, pembahasan bersama Dinas Perhubungan mengungkapkan bahwa Samarinda telah masuk dalam proyeksi nasional penerima program BTS dari pemerintah pusat.
“Informasi dari Kepala Dinas Perhubungan, Samarinda masuk dalam proyeksi nasional untuk program Buy The Service. Ini tentu menjadi kabar baik karena sejak lama kami mendorong agar kota ini memiliki sistem transportasi massal yang memadai,” ujar Deni Hakim Anwar.
Menurutnya, persiapan awal direncanakan dimulai pada akhir tahun ini. DPRD berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat segera merasakan manfaat dari layanan transportasi modern tersebut.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah mulai dipersiapkan dan tahun depan bisa berjalan. Ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi Kota Samarinda yang terus berkembang,” katanya.
Deni menjelaskan, konsep transportasi yang disiapkan bukan hanya menghadirkan bus pada jalur utama, melainkan juga mengintegrasikan layanan dengan feeder yang menjangkau kawasan perumahan dan ruas jalan yang tidak dilalui bus besar.
“Pemerintah pusat menyiapkan angkutan umumnya, sedangkan pemerintah kota akan menyiapkan feeder-feeder. Jadi masyarakat yang tinggal jauh dari halte tetap bisa terhubung dengan layanan utama,” katanya.
Dia menyebut konsep tersebut serupa dengan sistem JakLingko di Jakarta yang menghubungkan berbagai moda transportasi sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien dan praktis.
“Konsepnya seperti JakLingko di Jakarta. Masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi hanya untuk menuju halte utama karena sudah ada feeder yang menghubungkan,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan mobilitas, keberadaan transportasi massal juga diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas yang semakin padat. Apalagi, Samarinda memiliki peran penting sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membutuhkan sistem transportasi modern dan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini benar-benar terealisasi karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Kehadiran transportasi umum yang nyaman dan terintegrasi akan menjadi bagian penting dari perkembangan Samarinda ke depan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)





