UpdateIKN.com, Samarinda –   Pintu pasar global mulai terbuka bagi pelaku UMKM Kalimantan Timur. Melalui Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, empat UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) mendapatkan peluang kerja sama dengan buyer dari lima negara, mulai Jepang hingga Australia.

Peluang tersebut datang dari produk yang memiliki karakter berbeda. Menggeris, misalnya, membawa jam tangan dan kacamata berbahan kayu hingga mendapatkan kesepakatan ekspor ke Jepang dan Italia. Sementara Abon Jaya Mandiri, Tumman Jaya Mulya, dan Jo-E Craft masing-masing menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan buyer dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.

“Capaian tersebut menjadi langkah konkret bagi UMKM Kaltim untuk memperluas pasar global sekaligus meningkatkan kesiapan usaha dalam memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, Senin (24/8/2026).

Bagi UMKM daerah, kesepakatan dengan buyer asing bukan sekadar tambahan jaringan. Ada pekerjaan lanjutan yang jauh lebih penting, yakni memastikan kualitas produk, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, serta kemampuan memenuhi standar pasar tujuan. Karena itu, business matching menjadi salah satu tahapan untuk mempertemukan kesiapan UMKM dengan kebutuhan pasar.

Jajang mengatakan penguatan akses pasar perlu berjalan bersama peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan UMKM secara end-to-end melalui peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, inovasi dan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta penguatan jejaring bisnis domestik maupun global,” ujarnya.

Di tengah peluang ekspor tersebut, pasar domestik juga memberikan hasil positif. Sebanyak 15 UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Kaltim mengikuti pameran KKI secara luring. Jumlah itu meningkat dari enam UMKM pada penyelenggaraan sebelumnya.

Ke-15 UMKM tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai wastra, ready to wear, kriya, home decor, hingga makanan dan minuman olahan. Selama pameran, seluruh peserta membukukan penjualan Rp1,14 miliar.

Kontribusi terbesar datang dari Manika Kaltim. Produsen tas rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur itu mencatat penjualan Rp615,29 juta. Capaian tersebut menjadi contoh bagaimana kekayaan lokal dapat diterjemahkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

“Produk lokal Kaltim memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui penguatan kualitas, inovasi, dan akses pasar,” tutur Jajang.

Jangkauan promosi juga diperluas melalui kanal digital. Sebanyak 22 UMKM Kaltim mengikuti pameran secara daring sehingga produk unggulan daerah memiliki ruang eksposur yang lebih luas di luar lokasi pameran.

Jika peluang pasar menjadi salah satu kunci pertumbuhan, pembiayaan menjadi faktor yang menopangnya. Dalam KKI 2026 secara nasional, business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar. Nilainya meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Sementara itu, penjualan sementara KKI 2026 hingga 22 Agustus mencapai Rp144,2 miliar, tumbuh 46 persen dibandingkan capaian 2025. Business matching ekspor juga mencatat nilai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan buyer dari 16 negara.

“Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis di dalam maupun luar negeri,” kata Jajang.

Besarnya skala KKI 2026 terlihat dari keterlibatan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM mengikuti pameran secara luring. Pengembangan dan kurasi peserta diperkuat jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Bank Indonesia Luar Negeri, serta sinergi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi Kaltim, penguatan UMKM juga berjalan melalui pengembangan sumber daya manusia. Nanda Danuarta berhasil meraih Juara 5 Cangkir Barista Championship 2026 setelah menembus babak 24 besar nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu indikator tumbuhnya talenta dan ekosistem industri kopi daerah.

“Prestasi tersebut mencerminkan berkembangnya talenta sekaligus ekosistem industri kopi di Kalimantan Timur, serta menjadi modal untuk semakin memperkuat kualitas, jejaring, dan daya saing pelaku kopi daerah,” ujar Jajang.

Kehadiran produk Kaltim di KKI 2026 turut menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan, tokoh nasional, dan figur publik. Kunjungan ke area pameran UMKM Bank Indonesia Kaltim menjadi kesempatan tambahan bagi pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus kekayaan budaya yang melekat di dalamnya.

Dari seluruh capaian tersebut, ukuran keberhasilan KKI bagi UMKM Kaltim bukan hanya nilai transaksi selama pameran. Kesepakatan ekspor, LoI dengan buyer asing, perluasan jaringan, serta akses pembiayaan menunjukkan bahwa pelaku usaha daerah mulai bergerak dari sekadar memperkenalkan produk menuju membangun pasar.

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur akan melanjutkan penguatan UMKM dengan pendekatan menyeluruh, termasuk inovasi, digitalisasi, pembiayaan, pemasaran, dan jejaring bisnis. Langkah tersebut diarahkan agar peluang yang muncul di berbagai ajang promosi dapat berlanjut menjadi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Sejalan dengan semangat ‘Beudaya Meusare Sare – Berdaya Bersama-sama’, sinergi berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat UMKM Kalimantan Timur untuk tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian daerah dan nasional,” tutup Jajang. (Putri/Par)

Iklan