UpdateIKN.com, Nusantara – Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menegaskan arah besar pembangunan pendidikan di Ibu Kota Nusantara. Pendidikan ditempatkan sebagai kunci strategis dalam mencetak generasi unggul sekaligus mendorong target ambisius nol kemiskinan pada 2035.
Dalam pemaparannya di IKN Youth Forum, Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa transformasi pendidikan di IKN tidak dibangun secara konvensional, melainkan dirancang sebagai sistem masa depan yang adaptif terhadap perubahan global.
“Kami tidak hanya membangun sekolah, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan manusia unggul. Pendidikan di IKN dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus membuka peluang masa depan,” ujar Troy, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, pendekatan pendidikan di IKN menitikberatkan pada keseimbangan antara kompetensi akademik, karakter, serta keterampilan abad ke-21. Kurikulum dirancang fleksibel dan personal, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
“Setiap anak memiliki keunikan. Karena itu, sistem pendidikan di IKN memberi ruang pembelajaran yang lebih personal, tidak seragam, dan berorientasi pada pengembangan potensi terbaik,” terangnya.
Transformasi ini juga diperkuat dengan integrasi teknologi melalui konsep sekolah cerdas. Digitalisasi pembelajaran diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses dan efisiensi sistem.
“Teknologi menjadi tulang punggung. Kami ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga terhubung dengan dunia global,” kataTroy.
Selain berbasis teknologi, IKN juga mengusung konsep pendidikan berkelanjutan melalui pembangunan sekolah hijau. Lingkungan belajar dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sejalan dengan visi IKN sebagai kota masa depan yang ramah lingkungan.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pengembangan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan IKN sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dibangun saat ini.
“Kalau kita ingin IKN menjadi kota maju, maka fondasinya harus dimulai dari pendidikan. Di sinilah kita membentuk karakter, pola pikir, dan kualitas generasi masa depan,” tegas Alimuddin.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, baik dengan pemerintah, swasta, maupun institusi pendidikan, agar IKN benar-benar menjadi pusat pembelajaran kelas dunia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, IKN akan menghadirkan berbagai institusi pendidikan unggulan seperti Taruna Nusantara, SMA Garuda, MAN Insan Cendekia, serta Australian Independent School. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya SDM berkualitas dan inovatif. (Putri/Par)






