Sri Puji Astuti: Menu MBG Pasien TBC Harus Berbeda

UpdateIKN.com, Samarinda – Wacana memasukkan penderita tuberkulosis (TBC) sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai harus diikuti dengan perubahan kualitas menu yang disajikan. DPRD Samarinda menegaskan kebutuhan gizi pasien TBC tidak bisa disamakan dengan penerima manfaat pada umumnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan pasien TBC membutuhkan asupan protein dan nutrisi yang lebih tinggi untuk membantu proses penyembuhan. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang diberikan.
“Kalau memang penderita TBC masuk dalam program MBG, tentu menunya tidak bisa sama. Mereka sedang menjalani proses pemulihan sehingga kebutuhan gizinya jauh lebih besar,” kata Sri Puji, belum lama ini.
Dia menjelaskan konsumsi obat TBC dalam jangka panjang sering memengaruhi kondisi fisik pasien. Dengan dukungan makanan bergizi, daya tahan tubuh diharapkan meningkat sehingga terapi dapat berjalan lebih optimal.
“Obat memang penting, tetapi tanpa asupan gizi yang baik proses pemulihan tentu tidak maksimal. Karena itu proteinnya harus diperbanyak dan komposisi gizinya benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Menurut Sri Puji, kebijakan tersebut juga menjadi kesempatan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Program bantuan makanan tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.
“Yang dibutuhkan pasien bukan sekadar makan kenyang, tetapi makanan yang benar-benar membantu mempercepat kesembuhan mereka. Itu yang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Dia berharap penyusunan standar menu dilakukan bersama tenaga kesehatan dan ahli gizi sehingga makanan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan medis pasien TBC.
“Kalau ingin hasilnya maksimal, penyusunan menu harus berbasis rekomendasi tenaga kesehatan. Dengan begitu manfaat program ini benar-benar dirasakan pasien,” tutupnya. (Adv/DPRD Samarinda)





