UpdateIKN.com, Nusantara – Perkembangan pembangunan kawasan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat sinyal positif dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Setelah melihat langsung progres proyek di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Hakim Konstitusi Arsul Sani menyatakan optimistis pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dapat rampung sesuai target.
Optimisme itu muncul setelah Arsul Sani bersama Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Heru Setiawan melakukan kunjungan kerja ke IKN dan mendapat pemaparan langsung dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengenai perkembangan pembangunan kawasan pemerintahan.
“Kami ingin memastikan secara langsung bagaimana perkembangan pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi di kawasan yudikatif IKN. Setelah melihat dan mendengar penjelasan dari Otorita IKN, kami merasa optimistis karena progresnya berjalan sesuai rencana,” kata Arsul Sani, Sabtu (1/8/2026).
Dia menegaskan, pembangunan gedung lembaga peradilan konstitusi merupakan bagian penting dalam mewujudkan ekosistem pemerintahan yang lengkap di ibu kota baru.
“Penjelasan yang kami terima sangat jelas. Kami melihat pekerjaan terus bergerak. Hal itu memberikan keyakinan bahwa pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan kawasan yudikatif terus dikebut agar seluruh infrastruktur pemerintahan dapat beroperasi secara bertahap di IKN.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada gedung pemerintahan, tetapi juga sarana penunjang yang mendukung aktivitas masyarakat.
“Kami menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur sekaligus fasilitas pendukung kawasan. Semua pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujar Basuki.
Basuki juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap keberlanjutan pembangunan IKN.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan. Hal itu menjadi semangat bagi kami untuk menyelesaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” katanya.
Data Otorita IKN menunjukkan pembangunan gedung di kawasan yudikatif telah mencapai rata-rata 11,8 persen. Sementara pembangunan jalan kawasan yudikatif sepanjang 7,8 kilometer sudah menyentuh progres 27,6 persen.
Adapun pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial hingga akhir Juli 2026 telah mencapai rata-rata 12,41 persen.
Nantinya, Gedung Mahkamah Konstitusi akan berdiri di atas bangunan seluas sekitar 44.691 meter persegi. Gedung tersebut akan dilengkapi ruang sidang pleno berkapasitas 400 orang, ruang rapat hakim konstitusi, ruang kerja, hingga fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang pelayanan lembaga.
Usai mengikuti pemaparan, rombongan Mahkamah Konstitusi meninjau langsung lokasi pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif.
Kegiatan itu kemudian ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Yudikatif sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan IKN yang berkelanjutan.
Arsul menegaskan keberhasilan pembangunan IKN merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, ia mengajak semua pihak memberikan dukungan agar pembangunan dapat selesai sesuai agenda pemerintah.
“IKN adalah calon ibu kota negara yang menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pembangunan ini harus berhasil. Kami yakin, dengan kepemimpinan Pak Basuki dan kerja keras seluruh tim, target penyelesaian pembangunan dapat tercapai dengan baik,” tutup Arsul. (Putri/Par)






