UpdateIKN.com, Samarinda Pelaku UMKM halal Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat penjualan sebesar Rp1,29 miliar selama acara Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026.
Capaian dari 160 tenant Sharia Expo tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi syariah Kaltim semakin berkembang dan mampu mendorong transaksi riil produk halal lokal.
Tak hanya mencetak penjualan, KalaFest 2026 juga membuka akses pembiayaan syariah bagi pelaku usaha. Melalui business matching yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) Kaltim, sebanyak 20 UMKM memperoleh komitmen pembiayaan senilai Rp3,27 miliar dari lembaga keuangan syariah.
Plh Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, mengatakan KalaFest 2026 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendorong inovasi, inklusi, dan penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim.
“Melalui KalaFest, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis agar UMKM halal semakin naik kelas dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim” ujar Bayuadi.
KalaFest 2026 merupakan bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Islamic Center Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, Forkopimda, KDEKS, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menilai KalaFest bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM halal, dan perluasan akses pembiayaan syariah.
Sepanjang pelaksanaannya, yakni sejak tanggal 8 hingga 10 Mei 2026, KalaFest 2026 menarik 24.815 pengunjung melalui rangkaian seminar, talkshow, bazar syariah, kompetisi, dan tabligh akbar. Sebanyak 1.211 peserta mengikuti edukasi ekonomi syariah, sedangkan jangkauan digital kegiatan mencapai 702.483 orang.
Di sektor keuangan sosial syariah, festival ini juga berhasil menghimpun wakaf produktif sebesar Rp53,4 juta dari 1.962 wakif untuk mendukung tiga proyek wakaf produktif di Samarinda.
Selain itu, BI Kaltim bersama mitra strategis meluncurkan sejumlah program unggulan, seperti website KDEKS, Program Unggulan Wakaf Produktif, Wakaf Goes to Campus, Gerakan Pangan Murah Serentak, serta fasilitasi rumah potong unggas halal.
Bayuadi Hardiyanto menegaskan, keberhasilan KalaFest 2026 menunjukkan bahwa sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis semakin kuat dalam mempercepat pengembangan halal value chain di Kaltim.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas literasi masyarakat, memperkuat akses keuangan syariah, dan mendorong transformasi digital agar ekonomi syariah menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Kaltim yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Bayuadi. (Putri/Par)






