GPM Samarinda di Mangkupalas, Warga Serbu Pangan Murah Jelang Akhir Tahun

Suasana saat kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang

UpdateIKN.com, Samarinda –   Stabilitas pangan menjadi perhatian pemerintah jelang tutup tahun. Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi, Gerakan Pangan Murah (GPM) Samarinda di halaman Gereja Toraja Jemaat Moria, Mangkupalas, Samarinda Seberang, Sabtu (6/12/2025).

Antrean panjang warga sejak pagi menjadi bukti kuat tingginya ketergantungan masyarakat pada akses pangan murah di tengah fluktuasi harga komoditas.

Agenda tambahan GPM ini mendapat dukungan penuh dari kementerian terkait, serta dihadiri Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur Yulianus Henock Sumual bersama jajaran pemerintahan kelurahan, kecamatan, hingga aparat keamanan. Kolaborasi multisektor ini memastikan distribusi pangan berlangsung lancar, tertib, dan tepat sasaran.

Yulianus menilai keberlanjutan GPM sangat penting sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat. Sinergi DPD RI dengan Badan Pangan Nasional dan tenant penjualan disebut menjadi kunci operasi pasar mampu menghadirkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.

“Kami bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan beberapa tenant agar operasi pasar menyediakan barang berkualitas dengan harga terjangkau. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan, terutama menghadapi lonjakan kebutuhan akhir tahun dan potensi inflasi,” ujarnya.

Dari perspektif pemerintah daerah, GPM bukan sekadar pasar dadakan, melainkan instrumen pengendalian harga dan stabilisasi rantai pasok pangan.

Mewakili Kepala DKPP Samarinda Muhammad Darham, Kabid Distribusi Pangan Aji Syarifah Zulaiha menuturkan bahwa pasar murah adalah strategi konkrit mencegah gejolak harga menjelang akhir tahun.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapat pangan murah dan berkualitas. Ini merupakan langkah nyata menekan inflasi, serta menjaga keseimbangan distribusi pangan daerah,” ujarnya.

Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga sayuran menjadi rebutan warga. Harga yang lebih rendah dibanding pasar tradisional menjadi magnet kuat bagi masyarakat, terutama di area urban dan kawasan padat penduduk. (Putri/Par)

Iklan