Distribusi Air Bersih Samarinda Belum Merata, Ronal Stephen Ungkap Masalahnya
UpdateIKN.com, Samarinda – Evaluasi DPRD Samarinda melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 terhadap Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda turut mengungkap masih adanya ketimpangan layanan distribusi air bersih di sejumlah wilayah.
Meski cakupan layanan telah mencapai sekitar 84 persen, Pansus mencatat masih ada sekitar 16 persen wilayah yang belum mendapatkan layanan optimal dan memerlukan perhatian serius.
Anggota Pansus DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyebut masih adanya gangguan distribusi di beberapa titik kota yang harus segera ditangani.
“Masih ada wilayah seperti Jalan Teuku Umar yang alirannya belum lancar, bahkan ada yang hanya keluar angin,” ungkapnya ujar melaksanakan sidak ke Perumdam Tirta Kencana Samarinda beberapa waktu lalu.
Selain itu, wilayah pinggiran seperti Bendang dan Samarinda Seberang juga menjadi sorotan karena dinilai belum sepenuhnya terlayani secara merata.
“Kami mendorong agar pemerataan layanan bisa segera dilakukan, termasuk di wilayah pinggiran kota,” ujarnya.
Dari sisi operasional, ia juga menyoroti dampak kenaikan biaya bahan bakar yang turut mempengaruhi beban perusahaan, terutama solar industri yang hampir menyentuh Rp30.000 per liter.
“Kondisi biaya operasional memang meningkat, ini harus diantisipasi agar tidak berdampak pada pelayanan,” katanya.
Meski demikian, terdapat capaian positif berupa peningkatan PAD Perumdam Tirta Kencana dari sekitar Rp12 miliar menjadi Rp17 miliar pada tahun 2025.
“Pendapatan memang meningkat, tetapi yang utama tetap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dia berharap percepatan target layanan 100 persen dapat segera diwujudkan agar seluruh masyarakat Samarinda menikmati air bersih secara merata.
“Kalau bisa tidak perlu menunggu lama, target 100 persen layanan harus dipercepat,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)





