Anggota DPRD Samarinda Ini Desak Audit Polisi Usai Viral TikTok

UpdateIKN.com, Samarinda – Viral di media sosial TikTok soal laporan warga yang diduga mandek selama berbulan-bulan di kepolisian memicu sorotan tajam dari DPRD Kota Samarinda.
Kasus ini menyeret perhatian publik setelah seorang warga mengaku laporan kehilangan sepeda motornya di Polresta Samarinda tidak kunjung mendapatkan tindak lanjut meski sudah berjalan sekitar enam bulan.
Ketua Komisi I Shamri Saputra menilai kejadian ini tidak boleh dianggap kasus biasa, melainkan indikasi adanya masalah serius dalam sistem layanan pengaduan masyarakat.
“Ini sudah menyentuh persoalan kepercayaan publik. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan keyakinan terhadap proses hukum,” ujarnya baru-baru ini.
Shamri meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap alur penanganan laporan, mulai dari tahap penerimaan aduan hingga proses tindak lanjut di unit terkait.
“Kami mendorong audit layanan dilakukan. Tujuannya bukan mencari kesalahan orang per orang, tapi memastikan sistem berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Dia juga menyoroti fenomena “no viral, no justice” yang belakangan ramai diperbincangkan publik, yang menurutnya dapat merusak citra penegakan hukum jika dibiarkan menjadi persepsi umum.
“Kalau masyarakat sampai merasa harus viral dulu baru diproses, itu sangat berbahaya bagi kepercayaan publik,” katanya.
Selain audit, dia juga mendorong adanya transparansi progres laporan agar masyarakat tidak merasa diabaikan setelah melapor ke aparat penegak hukum.
“Warga tidak menuntut instan, tapi mereka butuh kepastian. Ada perkembangan, ada komunikasi yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, jika masalah ini tidak segera dibenahi, maka dampaknya bisa meluas pada menurunnya partisipasi masyarakat dalam melapor kasus hukum.
“Kalau orang sudah malas melapor, yang rugi bukan hanya institusi, tapi juga masyarakat sendiri,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)





