UpdateIKN.com, Samarinda –   Ribuan massa dari berbagai aliansi masyarakat kembali menggelar aksi besar di depan Gedung DPRD Kaltim, Senin (4/5/2026).

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi 21 April lalu yang dikenal sebagai Aksi 214, dengan tuntutan utama mendorong penggunaan hak angket terhadap Gubernur Kaltim.

Sejak sore hari, gelombang massa mulai berdatangan dan memadati kawasan gedung dewan. Orasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan perwakilan masyarakat sipil menggema, menyerukan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah.

Aparat keamanan tampak melakukan pengawalan ketat guna mengantisipasi potensi kericuhan. Namun hingga malam hari, aksi berlangsung relatif kondusif meski jumlah massa terus meningkat.

Memasuki waktu senja, massa berhasil memasuki halaman kantor DPRD Kaltim. Mereka terus menyuarakan tuntutan hingga menjelang malam, bahkan meminta agar rapat pimpinan DPRD yang membahas hak angket dapat disiarkan secara langsung.

Aksi juga diwarnai dengan pelaksanaan salat magrib berjamaah di lokasi, menunjukkan semangat solidaritas di tengah tekanan politik yang terjadi.

Rapat Internal DPRD Memanas
Di dalam gedung, rapat pimpinan DPRD berlangsung dinamis dan penuh ketegangan. Sejumlah anggota dewan dari berbagai fraksi melontarkan interupsi terkait urgensi hak angket.

Ketegangan meningkat ketika anggota Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, mengungkap isi percakapan dalam grup internal DPRD. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari anggota lainnya, termasuk Akmed Reza Fahlevi, yang menyampaikan keberatan secara terbuka.

Setelah melalui perdebatan panjang, rapat akhirnya menghasilkan keputusan mayoritas. Enam fraksi DPRD Kaltim menyatakan persetujuan untuk melanjutkan proses hak angket, sementara satu fraksi menyatakan penolakan.

Juru Bicara DPRD Kaltim, Subandi, menegaskan bahwa keputusan tersebut menjadi langkah awal proses politik selanjutnya.

“Mayoritas fraksi telah menyetujui hak angket. Selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dan dijadwalkan kembali melalui Badan Musyawarah,” ujarnya.

Keputusan DPRD Kaltim tersebut disambut sorak gembira oleh massa aksi. Mereka menilai perjuangan sejak Aksi 214 akhirnya membuahkan hasil konkret.

Sekitar pukul 22.15 WITA, massa membubarkan diri secara tertib, meninggalkan lokasi dengan situasi aman dan terkendali. (Ramadhani/Putri/Par)

Iklan