UpdateIKN.com, Berau –   Polres Berau memusnahkan barang bukti sabu seberat 484,97 gram yang berasal dari pengungkapan delapan kasus sepanjang Februari 2026.

Pemusnahan dilakukan di Ruang Rupatama Polres Berau dan disaksikan langsung oleh berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, perwakilan pemerintah daerah, hingga para tersangka yang terlibat dalam perkara tersebut, Rabu (22/4/2026).

Dari total kasus yang diungkap, polisi menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari 10 laki-laki dan 3 perempuan. Seluruhnya kini menjalani proses hukum dan terancam hukuman berat.

Wakapolres Berau, Kompol Noor Dhianto, mengatakan pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari proses hukum sekaligus bentuk transparansi kepada publik.

“Ini komitmen kami dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Berau,” ujarnya.

Barang bukti sabu yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan dari delapan perkara berbeda selama Februari 2026. Polisi menyebut pengungkapan ini menunjukkan masih adanya peredaran narkotika yang perlu diwaspadai.

Meski berasal dari kasus yang berbeda, aparat masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antar pelaku, termasuk dugaan jaringan yang lebih luas di wilayah Kalimantan Timur.

Kasat Resnarkoba bersama jajarannya disebut terus melakukan pengembangan guna menelusuri asal barang dan jalur distribusi sabu tersebut.

Pemusnahan dilakukan dengan metode pelarutan menggunakan air panas yang telah dicampur detergen. Setelah itu, larutan dibuang ke dalam septic tank agar barang bukti tidak dapat digunakan kembali.

Proses ini dilakukan sesuai ketentuan hukum dan disaksikan oleh sejumlah pihak, termasuk perwakilan dari pengadilan, kejaksaan, penasihat hukum, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman mulai dari pidana penjara dalam jangka waktu lama hingga pidana mati, tergantung pada peran dan jumlah barang bukti masing-masing.

Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba di wilayah Berau.

Selain penindakan, kepolisian juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membantu mengungkap peredaran narkotika. Informasi dari warga dinilai sangat penting dalam memutus rantai distribusi.

“Kami mengajak masyarakat untuk berani melapor jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba,” kata Noor. (Sf/Par)

Iklan