UpdateIKN.com, Kukar – Pencarian Marupa Siboalong (49), pria yang dilaporkan tenggelam saat menyeberangi Sungai Belayan di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, akhirnya berakhir. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR gabungan menyisir sungai hingga 16,9 kilometer dari lokasi kejadian.
Sejak pagi, personel SAR gabungan kembali bergerak menyusuri permukaan Sungai Belayan. Pencarian dilakukan dengan mengikuti aliran sungai yang menjadi lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries, mengatakan pencarian dimulai setelah seluruh personel mengikuti briefing dan mematangkan rencana operasi.
“Pagi itu tim SAR gabungan melaksanakan briefing terlebih dahulu, kemudian langsung melakukan pencarian dengan penyisiran di permukaan air,” kata Aries, Minggu (6/9/2026).
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 Wita. Korban ditemukan sejauh 16,9 kilometer dari lokasi kejadian dengan posisi berada di arah hilir Sungai Belayan.
“Korban berhasil ditemukan dengan jarak 16,9 kilometer arah hilir dari lokasi kejadian,” ujar Aries.
Namun, kabar penemuan itu sekaligus menjadi akhir pencarian dengan hasil yang memilukan. Marupa ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tuturnya.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju Puskesmas Ritan Baru, Kecamatan Tabang, untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ritan Baru di Kecamatan Tabang,” kata Aries.
Proses pencarian di Sungai Belayan bukan tanpa kendala. Derasnya arus sungai membuat pergerakan tim di lapangan harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Kondisi lingkungan sekitar juga menjadi tantangan tersendiri bagi personel.
“Arus sungai yang kencang menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan pencarian,” ungkap Aries.
Tak hanya arus, personel SAR juga harus mewaspadai keberadaan hewan buas selama menyisir kawasan sungai.
“Selain arus yang kencang, adanya hewan buas di sekitar lokasi juga menjadi faktor penghambat,” katanya.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 10.30 Wita. Seluruh personel kemudian menjalani debriefing untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi.
“Operasi SAR selesai dan ditutup setelah korban ditemukan. Seluruh personel kemudian melaksanakan debriefing,” kata Aries.
Personel SAR gabungan selanjutnya kembali ke satuan masing-masing. Meski operasi telah berakhir, kesiapsiagaan SAR tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya laporan keadaan darurat lainnya.
“Seluruh personel kembali ke kesatuannya masing-masing dan dilanjutkan dengan kesiapsiagaan SAR,” pungkas Aries. (Ramadhani/Par)






