UpdateIKN.com, Samarinda – Di tengah sorotan publik terhadap berbagai kasus korupsi yang terus bermunculan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam pesimisme.
Organisasi Islam tersebut menilai, harapan terhadap Indonesia yang bersih dari korupsi harus tetap dipelihara melalui komitmen bersama seluruh elemen bangsa.
Ketua PWM Kaltim, KH M. Jafron, mengatakan maraknya kasus korupsi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum.
Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum memperkuat pengawasan publik dan membangun budaya integritas di semua lini kehidupan.
“Jangan sampai banyaknya kasus korupsi membuat masyarakat putus asa. Justru kita harus semakin memperkuat komitmen untuk melawan korupsi dengan cara-cara yang benar dan sesuai hukum,” ujar KH M. Jafron, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, korupsi merupakan persoalan yang tidak hanya berdampak pada kerugian keuangan negara, tetapi juga menggerus moral bangsa dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan secara konsisten tanpa melihat latar belakang maupun jabatan pelaku.
“Penegakan hukum harus tetap profesional, transparan, adil, dan tidak boleh tebang pilih. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” tegasnya.
KH M. Jafron menilai, keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem pemerintahan yang mampu menutup ruang terjadinya penyalahgunaan wewenang sejak awal.
“Pencegahan harus diperkuat. Sistem pengawasan, tata kelola yang baik, dan pembinaan integritas merupakan fondasi agar korupsi tidak terus berulang,” katanya.
PWM Kaltim juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton. Partisipasi aktif warga dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Budaya jujur harus dimulai dari lingkungan terkecil, kemudian tumbuh menjadi gerakan bersama. Masyarakat juga perlu mendukung aparat penegak hukum yang bekerja dengan jujur dan berintegritas,” lanjut KH M. Jafron.
Sementara itu, Sekretaris PWM Kaltim, H. Amir Hady, menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus menjalankan peran moralnya sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dengan mengingatkan pentingnya menjaga nilai kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, pemberantasan korupsi bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat agar tercipta budaya antikorupsi yang kuat.
“Kami percaya perubahan bisa diwujudkan apabila semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga amanah, menolak korupsi, dan mengedepankan integritas dalam setiap tanggung jawab,” ujar H. Amir Hady.
Dia berharap semangat kolektif tersebut mampu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk keluar dari persoalan korupsi yang selama ini menjadi hambatan pembangunan nasional.
“Dengan kerja sama seluruh elemen bangsa, keteguhan moral, dan ikhtiar yang terus dilakukan, harapan mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi akan semakin nyata,” pungkasnya. (Jay)






