UpdateIKN.com, Maumere – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di kedalaman 30 KM di Timur Laut Mbay- Nagekeo, pukul 05.58 Wita pada Sabtu (15/8/2026) tidak hanya dirasakan di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Dampaknya juga memicu insiden di Maumere, Kabupaten Sikka, ketika sebuah bangunan di kawasan Pelabuhan Lauren Say roboh dan menimpa tiga orang.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada pukul 05.58 Wita. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi terhadap para korban yang berada di bawah bangunan yang runtuh.
Satu korban, Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dua korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD T.C. Hillers Maumere untuk memperoleh penanganan medis.
“Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa satu orang korban atas nama Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun, dengan kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman.
Menurut Fathur, proses evakuasi dilakukan Tim SAR Gabungan setelah laporan mengenai bangunan roboh diterima. Petugas segera mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian.
“Dua orang lainnya mengalami luka-luka dan ketiganya langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C. Hillers Maumere,” ujarnya.
Di tengah penanganan insiden di Maumere, perhatian Tim SAR juga diarahkan ke Kabupaten Nagekeo. Personel Kantor SAR Maumere dikerahkan menuju sejumlah titik yang dilaporkan terdampak gempa untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengantisipasi kebutuhan operasi pencarian dan pertolongan.
“Saat ini Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Maumere telah menuju lokasi kejadian yang terdampak, yaitu ke Kabupaten Nagekeo dan lokasi lain yang terdampak gempa,” ungkap Fathur.
Hingga proses penanganan berlangsung, jumlah korban dan dampak kerusakan di berbagai wilayah masih dalam pendataan. Kantor SAR Maumere berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperoleh informasi terbaru dari lapangan.
“Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” pungkas Fathur.
Tim SAR Gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Masyarakat diminta tetap berhati-hati serta mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan petugas di lapangan selama situasi pascagempa ditangani. (*/Par)






