DPRD Samarinda Minta Fokus Banjir, Revitalisasi Pasar Ditunda
UpdateIKN.com, Samarinda – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, DPRD Samarinda meminta Pemerintah Kota Samarinda lebih memprioritaskan penanganan banjir dibandingkan rencana revitalisasi besar Pasar Segiri.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih berada dalam situasi efisiensi anggaran sehingga setiap program harus dipilih secara selektif.
“Di DPRD belum ada pembahasan, karena memang masa-masa efisiensi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, fokus anggaran saat ini seharusnya diarahkan pada persoalan yang lebih mendesak dan berdampak luas terhadap masyarakat, salah satunya penanganan banjir di Kota Samarinda.
Viktor menegaskan, masalah banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan anggaran tidak sedikit dari pemerintah kota.
Karena itu, rencana pembangunan atau renovasi besar seperti Pasar Segiri perlu ditunda atau dikaji ulang secara lebih mendalam.
“Prioritas bagaimana menangani masalah banjir, yang masih sangat membutuhkan biaya dari pemerintah,” katanya.
Dia menyebut pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan proyek pembangunan agar tidak membebani fiskal daerah.
Menurutnya, revitalisasi pasar tetap memungkinkan dilakukan, tetapi harus mempertimbangkan kemampuan anggaran dan skala prioritas.
“Kalau renovasi secara menyeluruh mungkin harus bertahap, karena ada prioritas-prioritas yang saya pikir Pak Wali belum selesaikan,” ujarnya.
Selain itu, DPRD Samarinda juga meminta pemerintah mengevaluasi terlebih dahulu efektivitas Pasar Pagi yang baru saja direvitalisasi sebelum melanjutkan pembangunan pasar lain.
Dia menilai kapasitas pasar tersebut masih perlu diuji untuk melihat sejauh mana mampu menampung aktivitas pedagang.
“Pasar Pagi dimanfaatkan saja dulu, kita lihat saja dulu ini berapa lama full,” katanya.
Meski demikian, Viktor mengakui bahwa pembangunan pasar tetap penting dalam jangka panjang untuk mendukung wajah kota. Namun, seluruh keputusan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Kalau keuangan longgar boleh-boleh saja merehab Pasar Segiri,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)





