UpdateIKN.com, Samarinda –   Aksi unjuk rasa Gerakan Rakyat Menggugat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung tegang, Rabu (21/10/2026).

Massa yang didominasi mahasiswa menyoroti berbagai persoalan di daerah, mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), pemadaman listrik, karhutla, hingga dugaan tindakan arogan ajudan Gubernur Kaltim terhadap mahasiswa GMNI.

Ratusan peserta aksi dari berbagai kalangan berkumpul sejak siang hari untuk menyampaikan aspirasi. Mereka membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Humas aksi, Chandra, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa menilai Kalimantan Timur belum mendapatkan perhatian yang sebanding dengan kekayaan sumber daya alamnya.

“Tema aksi ini dua tahun Prabowo-Gibran, Kaltim jadi anak tiri. Ini bentuk protes dan kekecewaan dari rekan-rekan aliansi terhadap kepemimpinan dua pemimpin tadi,” ujar Chandra.

Dia menyoroti kekayaan alam Kaltim, khususnya batu bara, yang menurutnya belum berbanding lurus dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Kaltim memiliki sumber daya alam yang dikeruk habis-habisan dari perut buminya. Ada batu bara, tetapi banyak kelangkaan terjadi di sini,” katanya.

Dalam demonstrasi tersebut, peserta menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), persoalan pasokan listrik PLN, serta sulitnya mendapatkan BBM.

Massa juga menuntut tindak lanjut atas dugaan tindakan arogan ajudan Gubernur Kaltim terhadap mahasiswa GMNI.

Aksi diwarnai drama teatrikal oleh PMKRI Samarinda. Dalam pertunjukan tersebut, isu deforestasi akibat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu persoalan yang disorot.

Melalui teatrikal itu, peserta menyuarakan kritik terhadap kerusakan lingkungan dan dampak pembukaan lahan terhadap kelestarian hutan di Kalimantan Timur.

Ratusan personel keamanan dikerahkan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Namun, hingga menjelang sore, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud belum menemui peserta aksi.

Situasi kemudian memanas. Sejumlah demonstran menerobos pagar dan merangsek masuk ke halaman Kantor Gubernur Kaltim.

Petugas kepolisian langsung menghadang massa sebelum mereka memasuki gedung kantor. Aksi saling dorong sempat terjadi di tengah upaya pengamanan.

Sekitar pukul 17.00 Wita, Rudy Mas’ud akhirnya menemui peserta aksi dengan didampingi jajaran pemerintah provinsi dan pengamanan ketat.

Dalam pertemuan itu, Rudy memberikan tanggapan terhadap sejumlah tuntutan, termasuk masalah BBM, listrik, dan dugaan tindakan ajudannya.

Pertemuan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Sekitar pukul 17.46 Wita, situasi kembali memanas setelah jawaban yang disampaikan gubernur dinilai belum memuaskan peserta aksi.

Sekitar pukul 17.56 Wita, Rudy masuk kembali ke dalam kantor gubernur tanpa mengucapkan salam kepada peserta aksi. Hal itu kembali memancing reaksi massa.

Demonstrasi Gerakan Rakyat Menggugat menjadi momentum bagi mahasiswa dan elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Massa menginginkan persoalan yang mereka suarakan mendapat tindak lanjut nyata, bukan sekadar jawaban saat aksi berlangsung. (End/Par)

Iklan