UpdateIKN.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf dan berjanji memecat ajudannya yang diduga bertindak arogan terhadap mahasiswa GMNI. Pernyataan itu disampaikan Rudy saat menemui massa Gerakan Rakyat Menggugat di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (21/10/2026).
Di hadapan peserta aksi, Rudy menegaskan akan mengambil tindakan terhadap ajudan yang bersangkutan, termasuk menariknya kembali ke kesatuannya.
“Saya memohon maaf. Saya pecat, kita pecat. Kita tarik ke kesatuannya. Saya buatkan surat,” tegas Rudy.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah massa menjadikan dugaan tindakan arogan ajudan gubernur terhadap mahasiswa GMNI sebagai salah satu tuntutan dalam demonstrasi.
Rudy menemui peserta aksi sekitar pukul 17.00 Wita, setelah massa menunggu sejak siang hari. Pertemuan berlangsung dengan pengawalan ketat dan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Aksi Gerakan Rakyat Menggugat tidak hanya menyoroti persoalan ajudan gubernur. Massa yang didominasi mahasiswa juga menyampaikan tuntutan terkait karhutla, kelangkaan BBM, pemadaman listrik, hingga kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas peliputan.
Dalam kesempatan itu, Rudy turut memberikan tanggapan mengenai aktivitas jurnalistik. Ia memastikan pemerintah provinsi tidak akan membatasi ruang gerak wartawan dalam melakukan peliputan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu respons gubernur terhadap aspirasi yang disampaikan peserta demonstrasi.
Selain persoalan ajudan, Rudy merespons keluhan massa mengenai sulitnya mendapatkan BBM di Kaltim.
Dia menyatakan Pertamina telah menyampaikan kesiapan menyalurkan BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), termasuk Pertalite dan Biosolar.
“Pertamina, mereka siap semua menyalurkan. SPBU siap menyalurkan Pertalite dan Biosolar,” kata Rudy.
Dia juga menyebut kondisi pasokan Pertamina saat itu berada pada posisi “over 10 persen”. Meski begitu, Rudy menegaskan kondisi tersebut bukan alasan bagi SPBU untuk tidak melayani masyarakat.
“Tapi ada tapinya, hari ini posisi Pertamina over 10 persen. Tapi itu bukan alasan, jadi teman-teman SPBU semua siap menyalurkan,” ujarnya.
Terkait pemadaman listrik, Rudy mengatakan PLTU di Senipah dan Teluk Balikpapan telah selesai pada hari itu.
“PLTU di Senipah dan Teluk Balikpapan hari ini selesai. Batu bara kita ada,” ucapnya.
Meski telah memberikan tanggapan, pertemuan Rudy dengan peserta aksi belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Sekitar pukul 17.46 Wita, suasana kembali memanas lantaran jawaban gubernur dinilai belum memuaskan massa.
Sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 17.56 Wita, Rudy masuk kembali ke dalam kantor gubernur tanpa mengucapkan salam kepada peserta aksi. Situasi sempat kembali memanas sebelum akhirnya berangsur kondusif.
Janji Rudy untuk memecat dan menarik ajudannya kembali ke kesatuan kini menjadi salah satu poin penting yang dinantikan tindak lanjutnya. Realisasi pernyataan tersebut akan menjadi perhatian setelah demonstrasi yang diwarnai ketegangan di halaman Kantor Gubernur Kaltim itu berakhir. (End/Par)






