UpdateIKN.com, Samarinda –   Aksi tabrak lari beruntun yang dilakukan seorang pemuda di Samarinda membuat geger warga. Mengendarai mobil Terios putih KT 1576 CK, pelaku menabrak sejumlah pengendara motor di berbagai ruas jalan, Jumat (24/4/2026) malam hingga Sabtu dini hari (25/4/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WITA dari arah Sempaja. Mobil melaju kencang dan mulai menabrak pemotor di beberapa titik. Di Jalan M Yamin, pelaku kembali menyenggol kendaraan lain sebelum melanjutkan pelarian ke arah Jalan P Antasari. Warga sempat menghentikan pelaku di kawasan Tepian Mahakam, namun pelaku kembali kabur dengan tancap gas.

Kejar-kejaran pun terjadi. Aksi berbahaya berlanjut hingga kawasan Rapak Dalam dan sekitar Stadion Palaran. Di jalur ini sejumlah korban kembali berjatuhan dan harus dilarikan ke RS IA Moeis untuk mendapatkan perawatan.

Pihak kepolisian bersama relawan langsung melakukan pengejaran. Namun di Jalan Trikora Palaran, pelaku kembali menabrak pengguna jalan.

Sementara itu, personel piket lalu lintas yang menerima laporan banyaknya korban yang dilarikan ke rumah sakit langsung bergerak untuk mendata korban.

“Personel piket lantas mendatangi TKP di Jalan HM Rifadin. Dari hasil pendataan sementara, terdapat 7 korban akibat rangkaian kecelakaan ini,” ujar seorang petugas di lapangan.

Sementara itu, pelaku sempat terpantau berhenti di kawasan PDAM Samboja sekitar pukul 01.40 WITA. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku keluar dari mobil sebelum dijemput kendaraan lain jenis Ayla warna silver. Keduanya kemudian melaju kembali ke arah Samarinda melalui Jalan AW Syahrani Gang 5 dengan kecepatan tinggi.

Pelarian pelaku akhirnya berakhir sekitar pukul 03.40 WITA setelah berhasil diamankan relawan di sekitar Masjid Al Ikhlas Jalan AW Syahrani. Untuk menghindari amukan massa, pelaku langsung digiring ke Polsek Samarinda Ulu sekitar pukul 03.50 WITA.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif serta kondisi pelaku saat melakukan aksi tabrak lari yang membahayakan banyak pengguna jalan tersebut. (Ramadhani/Par)

Iklan