UpdateIKN.com, Samarinda –   Kasus tabrak lari di Kota Samarinda yang menyebabkan sedikitnya 10 korban harus dilarikan ke rumah sakit akhirnya diungkap pihak kepolisian. Aksi beruntun yang terjadi sepanjang Jumat (24/4/2026) malam hingga Sabtu dini hari ini dipicu kepanikan pelaku saat berada di dalam mobil.

IPDA Mat Bahri, personel Pamapta 1 Polresta Samarinda, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kejadian tersebut.

“Awalnya kami menerima informasi adanya tabrak lari dan memang benar terjadi. Korban yang kami data kurang lebih ada 10 orang, mulai dari Rapak Dalam hingga Jalan HM Rifadin,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Pelaku, lanjutnya, sempat melarikan diri cukup jauh hingga ke wilayah Samboja sebelum akhirnya kembali ke Samarinda dan diamankan di Jalan AW Syahrani oleh relawan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku panik setelah didatangi dua pria tidak dikenal.

“Pelaku sebelumnya bertemu dengan seorang wanita yang baru dikenalnya beberapa hari lalu. Saat berhenti di Indomaret Jalan PMI untuk membeli korek, tiba-tiba ada dua pria menggedor kaca mobil. Karena takut, pelaku langsung kabur,” ungkapnya.

Rangkaian tabrak lari beruntun di Samarinda ini bermula sekitar pukul 22.00 WITA dari arah Sempaja. Pelaku yang mengendarai mobil Terios putih KT 1576 CK melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan pertama terjadi di Jalan M Yamin, saat pelaku menyenggol pengendara lain. Namun, pelaku tidak berhenti dan justru melanjutkan pelarian ke arah Jalan P Antasari. Warga sempat menghadang di kawasan Tepian Mahakam, tetapi pelaku kembali tancap gas. Aksi berbahaya berlanjut ke Rapak Dalam hingga kawasan Stadion Palaran, menyebabkan jumlah korban terus bertambah.

Petugas lalu lintas yang menerima laporan kejadian langsung menuju lokasi, terutama di Jalan HM Rifadin, untuk melakukan pendataan korban.

Dalam pelariannya, pelaku sempat terpantau berada di wilayah Samboja sekitar pukul 01.40 WITA. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku keluar dari mobil sebelum dijemput kendaraan lain. Namun, pelaku kembali bergerak menuju Samarinda melalui Jalan AW Syahrani dengan kecepatan tinggi.

Pelarian pelaku berakhir sekitar pukul 03.40 WITA setelah relawan berhasil mengamankannya di sekitar Jalan AW Syahrani. Untuk menghindari amukan warga, pelaku langsung dibawa ke Polsek Samarinda Ulu sebelum diserahkan ke Unit Laka Lantas Polresta Samarinda. Pelaku diketahui merupakan warga asli Samarinda yang kini bekerja di luar daerah.

“Pelaku asli orang Samarinda, tapi sudah pindah ke Nunukan. Dia bekerja di rumah sakit,” kata Mat Bahri.

Saat ini, kasus kecelakaan tabrak lari di Samarinda tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Polisi mendalami motif lengkap, serta kondisi pelaku saat kejadian. (Ramadhani/Par)

Iklan