UpdateIKN.com, Seoul –   Upaya memperkuat keamanan siber di Indonesia kini semakin serius. Tiga Sekretaris Daerah (Sekda) peraih ADLGA 2025 mendapat kesempatan emas menimba ilmu langsung di Korea Selatan, negara dengan sistem keamanan digital terbaik di dunia.

Ketiga pejabat tersebut adalah Sri Wahyuni (Kalimantan Timur), Arry Yuswadi (Sumatera Barat), dan Fenny Apridawati (Sidoarjo). Program ini difasilitasi oleh LSWare bersama ASKOMPSI sebagai bentuk apresiasi bagi pemenang ADLGA 2025.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga pengalaman langsung melalui kunjungan ke Korea Internet & Security Agency (KISA). Di sana, mereka mempelajari bagaimana sistem keamanan digital nasional dikelola secara terintegrasi dan modern.

Ketua ASKOMPSI, Muhammad Faisal, menekankan pentingnya peran Sekda dalam era digital. Ia menyebut, keberhasilan transformasi digital pemerintahan sangat bergantung pada pemahaman pimpinan terhadap keamanan informasi.

“Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama dalam menjalankan pemerintahan digital yang aman dan terpercaya,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar internasional yang membagikan wawasan terkait teknologi keamanan jaringan, manajemen risiko digital, hingga strategi menghadapi ancaman siber global yang terus berkembang.

Para peserta pun mengaku terkesan dengan kualitas pembelajaran yang diberikan. Mereka menilai pengalaman ini sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia, khususnya dalam memperkuat sistem digital di tingkat daerah.

Sri Wahyuni bahkan mendorong agar program serupa dapat diperluas ke lebih banyak pejabat daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci sukses menghadapi era digital.

Sementara itu, Arry Yuswadi dan Fenny Apridawati sepakat bahwa pengalaman ini memberikan inspirasi baru dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program ini sepenuhnya didukung oleh LSWare, termasuk pembiayaan perjalanan dan akomodasi. Ke depan, hasil pembelajaran ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital daerah sekaligus memperkuat ketahanan terhadap ancaman siber di Indonesia. (*/Putri/Par)

Iklan