UpdateIKN.com, Samarinda – Di balik berbagai program ketahanan keluarga yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda, ada peran besar para kader yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat.

Kerja para kader ini mulai dari kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program keluarga berencana, pendampingan keluarga, dan pencegahan stunting. Peran strategis para kader itu mendapat perhatian Komisi IV DPRD Samarinda.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai keberhasilan berbagai program Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) tidak lepas dari dedikasi para relawan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kalau berbicara keberhasilan program di lapangan, tentu kita tidak bisa mengabaikan peran para kader. Mereka yang mendampingi keluarga, memberikan edukasi, sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, para kader memiliki tugas yang tidak ringan. Selain melakukan pendataan keluarga, mereka juga mendampingi ibu hamil, memantau tumbuh kembang balita, memberikan edukasi keluarga berencana, hingga membantu upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Peran mereka sangat luas. Bahkan banyak persoalan keluarga yang pertama kali diketahui justru melalui para kader di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Meski memiliki kontribusi besar, Sri Puji mengakui perhatian terhadap kesejahteraan kader masih belum maksimal. Keterbatasan anggaran membuat ruang pemerintah untuk meningkatkan insentif maupun dukungan operasional kepada mereka masih sangat terbatas.

“Kami memahami kemampuan anggaran pemerintah saat ini. Namun ke depan kesejahteraan kader juga harus dipikirkan karena mereka adalah garda terdepan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dia menjelaskan, anggaran DPPKB saat ini lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin dinas sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan program di lapangan.

Meski demikian, Sri Puji mengapresiasi upaya DPPKB yang tetap mampu menjalankan berbagai program prioritas di tengah keterbatasan anggaran.

“Kami melihat DPPKB sudah bekerja maksimal. Dengan kondisi anggaran yang ada, mereka tetap berusaha memastikan program tetap berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan,” katanya.

Komisi IV DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan program ketahanan keluarga melalui penambahan anggaran pada APBD mendatang.

Dukungan tersebut dinilai penting agar kualitas pelayanan, sekaligus kesejahteraan kader dapat terus ditingkatkan.

Menurut Sri Puji, investasi terhadap kader sama pentingnya dengan pembangunan fisik karena mereka menjadi ujung tombak dalam membangun kualitas keluarga di tingkat akar rumput.

“Program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa orang-orang yang bekerja langsung di lapangan. Karena itu keberadaan kader harus terus diperkuat,” tegasnya.

Dia juga berharap seluruh pihak terus bersinergi dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi pembangunan daerah. Baginya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ketahanan keluarga adalah pondasi pembangunan sumber daya manusia. Kalau keluarga kuat, maka daerah juga akan memiliki generasi yang lebih berkualitas. Itu sebabnya perhatian terhadap kader dan program keluarga harus terus ditingkatkan,” pungkas Sri Puji Astuti. (Adv/DPRD Samarinda)

Iklan