UpdateIKN.com, Sangatta –   Upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya melalui penguatan kerja sama antara SMKN 2 Sangatta Utara dengan sejumlah perusahaan besar untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kemitraan yang dijalin bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT United Tractors, PT Pama Persada Nusantara, dan PT Toyota Auto 2000 menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, menilai kolaborasi tersebut merupakan jawaban atas tantangan dunia kerja yang kini semakin kompetitif.

Menurutnya, sekolah kejuruan harus mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja tanpa membutuhkan waktu adaptasi yang terlalu lama.

“SMK memang didesain untuk mencetak tenaga kerja terampil. Karena itu, kurikulumnya harus mengikuti perkembangan industri agar lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan,” ujar Agus Aras.

Dia mengatakan, hubungan antara sekolah dan dunia usaha tidak cukup sebatas kerja sama administratif. Yang lebih penting adalah menghadirkan program nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa selama proses pendidikan.

“Anak-anak harus merasakan suasana kerja sejak masih sekolah. Dengan begitu mereka memiliki pengalaman, kedisiplinan, dan budaya kerja yang nantinya menjadi bekal saat lulus,” katanya.

Agus Aras juga mengingatkan bahwa perusahaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Menurutnya, keterlibatan industri akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak karena perusahaan dapat memperoleh calon tenaga kerja yang telah memahami kebutuhan lapangan.

“Perusahaan tidak hanya menerima siswa magang, tetapi juga bisa memberikan masukan terhadap materi pembelajaran di sekolah. Ini akan membuat lulusan lebih siap dan perusahaan juga mendapatkan SDM yang sesuai harapan,” terangnya.

Selain itu, dia mendorong agar guru-guru produktif memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan maupun pembelajaran langsung di lingkungan industri.

“Kalau gurunya terus meningkatkan kompetensi, tentu materi yang diajarkan kepada siswa juga akan semakin baik. Dampaknya akan terasa pada kualitas lulusan yang dihasilkan sekolah,” tegas Agus Aras.

Menurutnya, model kemitraan seperti yang diterapkan SMKN 2 Sangatta Utara layak diterapkan oleh sekolah kejuruan lainnya di Kaltim.

“Saya berharap semakin banyak perusahaan yang membuka diri untuk bekerja sama dengan SMK. Semakin kuat kolaborasinya, semakin besar peluang lulusan lokal mengisi kebutuhan tenaga kerja di daerah sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari, mengatakan kerja sama yang telah disepakati bersama mitra industri tidak hanya mencakup pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), tetapi juga penyelarasan kurikulum agar materi pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi.

“Seluruh mekanisme PKL sudah kami sepakati bersama melalui MoU. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman kerja yang benar-benar sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah,” ujar Mustari.

Dia menegaskan bahwa penyelarasan kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda apabila sekolah ingin menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja.

“Kami terus berkomunikasi dengan dunia industri untuk mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan. Dari situ kurikulum kami sesuaikan agar pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja,” katanya.

Mustari berharap kemitraan yang terus berkembang mampu membuka lebih banyak peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman, wawasan, dan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami ingin lulusan SMKN 2 Sangata Utara tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, dan pengalaman yang membuat mereka siap bersaing serta dipercaya oleh dunia industri,” pungkasnya. (*/Putri/Par)

Iklan