Surat Jadi Petunjuk, Gilang Ditemukan Mengapung di Sungai Mahakam

UpdateIKN.com, Samarinda – Pencarian selama dua hari terhadap Gilang Putra Ramadhan (23), warga Jalan S. Riyadi, Gang Rukun, Kelurahan Karang Asem Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, akhirnya berakhir.
Pemuda yang diduga melompat dari Jembatan Mahakam itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Kamis dini hari (11/6/2026).
Sebelumnya, Gilang dilaporkan hilang sejak Selasa (9/6/2026). Berdasarkan hasil pemantauan rekaman CCTV di lingkungan tempat tinggalnya, korban terlihat berjalan keluar rumah menuju jalan utama pada pukul 00.47 WITA.
Keluarga yang khawatir karena korban tidak kunjung pulang kemudian melakukan pencarian. Saat memeriksa kamar korban, keluarga menemukan sebuah surat berisi pesan singkat yang diduga ditulis Gilang sebelum menghilang. Dalam surat tersebut tertulis kalimat pendek, “Saya di Jembatan Mahakam.”
Pesan itu menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian. Dugaan bahwa korban menuju Jembatan Mahakam semakin menguat setelah ditemukan sepasang sandal jepit yang diduga milik korban di sekitar area jembatan.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Tim SAR Gabungan bersama relawan dan unsur terkait langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Mahakam.
Selama dua hari pencarian, tim menyisir sejumlah titik mulai dari lokasi dugaan korban terjatuh hingga ke kawasan hilir sungai. Arus Sungai Mahakam yang cukup kuat menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut.
Titik terang muncul pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 00.36 WITA. Pos Pencarian dan Pertolongan Samarinda menerima laporan dari relawan mengenai adanya sesosok jenazah yang terlihat mengapung di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong. Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengatakan korban ditemukan sekitar 3,27 kilometer ke arah hilir dari titik dugaan kejadian di Jembatan Mahakam.
“Pada pukul 01.56 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi satu korban atas nama Gilang Putra Ramadhan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, sebelum nantinya dikembalikan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini sempat menyita perhatian masyarakat Samarinda. Sejak informasi hilangnya Gilang beredar, berbagai komunitas relawan turut membantu pencarian dengan menyebarluaskan informasi dan melakukan pemantauan di sejumlah titik sepanjang Sungai Mahakam.
“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup,” pungkas Aries. (Ramadhani/Par).





