UpdateIKN.com, Jakarta – Sumber daya manusia Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan daya saing dalam industri kuliner halal nasional.
Dua wakil daerah meraih prestasi dalam Indonesia International Halal Chef Competition pada rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Najma Ulya meraih Juara I kategori Pondok Pesantren, sedangkan Hadi Pradita menempati posisi Juara II kategori Profesional. Hasil tersebut menjadi salah satu capaian Kaltim dalam ajang yang mempertemukan pelaku dan penggerak ekonomi syariah dari berbagai sektor.
Prestasi itu memiliki arti lebih luas daripada kemenangan dalam kompetisi. Industri kuliner halal membutuhkan tenaga terampil yang mampu menjaga mutu makanan, mengolah bahan secara tepat, mengembangkan kreativitas, dan memenuhi standar yang dibutuhkan konsumen.
Capaian Najma Ulya juga menyoroti potensi pesantren sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan ekonomi produktif.
Sementara itu, keberhasilan Hadi Pradita memperlihatkan peran tenaga profesional dalam mendorong inovasi serta meningkatkan kualitas layanan kuliner.
Kekayaan bahan pangan dan cita rasa lokal dapat menjadi modal bagi Kaltim untuk mengembangkan produk kuliner yang memiliki identitas kuat. Agar potensi tersebut menghasilkan nilai ekonomi, kemampuan memasak perlu disertai pengetahuan tentang keamanan pangan, pengelolaan usaha, standardisasi, pemasaran, dan kebutuhan pasar.
Pengembangan kompetensi juga membuka ruang kolaborasi antara pesantren, pelaku usaha, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan industri. Sinergi tersebut berpotensi memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kuliner yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Indonesia Sharia Economic Festival ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center. Partisipasi Kaltim dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, memandang peningkatan kompetensi sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan industri halal.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa Kaltim memiliki sumber daya manusia yang berpotensi berkembang di industri kuliner halal. Potensi tersebut perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, kreativitas, dan kualitas produk,” ucapnya dalam keterangan resmi.
Menurut Jajang, capaian para peserta juga dapat menjadi dorongan bagi generasi muda dan lingkungan pesantren untuk mengembangkan usaha produktif.
“Kami berharap keberhasilan ini menginspirasi lebih banyak santri dan pelaku usaha untuk mengembangkan kuliner lokal yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Jajang. (*/End/Par)






