UpdateIKN.com, Samarinda –   Menjelang aksi besar 21 April, suasana di pusat pemerintahan Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak jadi sorotan. Kawat duri tampak terpasang mengelilingi Kantor Gubernur hingga DPRD Kaltim, memicu beragam reaksi publik.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari pengamanan, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan berlebihan.

Kapolda Kaltim mengatakan, pemasangan kawat duri dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan saat unjuk rasa berlangsung.

“Ya, bagaimana pengamanan tentunya kita melihat, jangan menjadi hal yang diperbesar. Itu merupakan salah satu hal untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang negatif,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan, selama massa aksi memiliki niat baik, keberadaan kawat duri tidak akan menjadi persoalan.

“Kalaupun tidak ada niat jahat atau niat jelek, ya tidak usah melihat padanya (kawat duri, red). Jadi, tidak akan menjadi masalah,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawat duri sudah lebih dulu dipasang di Kantor Gubernur Kaltim sejak Minggu. Sementara pemasangan di Kantor DPRD Kaltim dilakukan pada Senin sore, sehari sebelum aksi digelar.

Tak hanya pemasangan pembatas fisik, aparat juga menyiapkan pengamanan besar-besaran. Total sebanyak 2.263 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 1.599 personel Polri, 70 personel TNI, serta 590 personel dari instansi terkait.

Aksi unjuk rasa 21 April ini dipicu oleh kritik terhadap kebijakan pemerintahan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur Seno Aji. Massa aksi menyoroti sejumlah janji kampanye yang dinilai belum terealisasi. Situasi ini membuat aparat memilih langkah antisipatif guna memastikan aksi tetap berjalan kondusif dan tidak berujung ricuh.

Polda Kaltim pun mengimbau masyarakat, khususnya peserta aksi, untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami berharap aksi berjalan aman, damai, dan tidak menimbulkan gangguan. Sampaikan aspirasi dengan tertib,” tutup Irjen Pol Endar Priantoro. (Ramadhani/Par)

Iklan