UpdateIKN.com, Makkah – Semangat ibadah ditunjukkan oleh 45 jamaah Program Umroh Sebulan 32 Hari bersama Mudah Ke Baitullah. Setelah menjalani Program Arbain di Madinah, seluruh jamaah berhasil menuntaskan rangkaian umroh perdana di Masjidil Haram, Makkah, pada Rabu (29/7/2026) dini hari.
Rangkaian ibadah diawali dengan pengambilan miqat di Bir Ali sebelum rombongan bertolak menuju Makkah.
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah, dilanjutkan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, kemudian mengakhiri ibadah dengan tahallul.
CEO Mudah Ke Baitullah, Sujianto, mengatakan kebersamaan dan semangat para jamaah menjadi pemandangan yang membanggakan selama menjalankan ibadah.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah Juli dapat mengikuti setiap tahapan umroh dengan penuh kekhusyukan. Kami bersyukur seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan jamaah dapat menyelesaikan umroh perdana dengan baik,” ujar Sujianto.
Program Umroh 32 Hari dirancang agar jamaah memiliki waktu lebih panjang untuk memperbanyak ibadah di dua kota suci.
Sebelum berada di Makkah, jamaah menghabiskan sekitar 10 hari di Madinah untuk mengikuti Program Arbain, serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Tidak hanya itu, jamaah juga diajak mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Kampung Badar, hingga Jabal Malaikat.
Menurut Sujianto, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya pemahaman jamaah terhadap sejarah perjuangan Islam.
“Kami ingin jamaah tidak sekadar datang dan beribadah, tetapi juga memahami nilai-nilai sejarah Islam dari tempat-tempat yang mereka kunjungi. Harapannya, pengalaman spiritual mereka menjadi lebih utuh,” katanya.
Memasuki Makkah, agenda jamaah masih akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026. Selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, mereka dijadwalkan melaksanakan dua kali umroh sunnah sebagai bagian dari program perjalanan.
Berbagai kegiatan edukatif juga telah dipersiapkan, termasuk city tour ke sejumlah lokasi bersejarah di Makkah, serta Program Manasik Haji Langsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Melalui kegiatan ini, jamaah akan dibimbing memahami tahapan pelaksanaan ibadah haji secara langsung di lokasi aslinya.
“Program ini menjadi salah satu keunggulan kami. Jamaah bisa merasakan simulasi ibadah haji secara nyata, sehingga memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang lebih lengkap,” terang Sujianto.
Sebagai pelengkap perjalanan religi, rombongan juga akan mengunjungi Kota Thaif yang telah termasuk dalam paket perjalanan. Seluruh agenda tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih bermakna bagi para jamaah.
“Kami berharap seluruh jamaah tetap sehat, istiqamah dalam beribadah, dan dapat memanfaatkan setiap kesempatan di Tanah Suci untuk memperbanyak amal. Semoga seluruh rangkaian program berjalan lancar hingga kepulangan nanti dan para jamaah kembali ke Indonesia dengan membawa umroh yang mabrur,” pungkas Sujianto. (End)






