UpdateIKN.com, Nusantara – – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi digital, pemantauan udara, serta pelaporan masyarakat agar potensi kebakaran dapat diketahui sebelum meluas.
Salah satu sistem yang disiapkan adalah aplikasi IKNOW. Melalui fitur panic button, masyarakat dapat mengirim laporan saat menemukan indikasi kebakaran.
Informasi tersebut diterima secara real time oleh Nusantara Command Center sebelum diteruskan kepada polisi kehutanan dan petugas pemadam kebakaran untuk dilakukan verifikasi.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, kecepatan mendeteksi titik api menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Karena itu, kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita,” ujar Basuki di sela Simulasi Penanggulangan Karhutla di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026).
Menurut Basuki, pembangunan Nusantara sejak awal dirancang selaras dengan kelestarian lingkungan. Karena itu, perlindungan kawasan hutan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ibu kota negara.
“Prinsip menjaga alam harus menjadi pedoman kita bersama. Hutan di Nusantara harus tetap terpelihara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” katanya.
Selain mengandalkan laporan masyarakat, Otorita IKN juga mengoperasikan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik panas di kawasan yang sulit dijangkau petugas.
Teknologi tersebut memungkinkan proses identifikasi dilakukan lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat segera diambil.
Kesiapan menghadapi karhutla juga diuji melalui simulasi yang melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam simulasi itu, petugas memperagakan penanganan kebakaran di kawasan rimba kota sekaligus mekanisme respons terhadap laporan yang masuk melalui aplikasi IKNOW.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengatakan seluruh personel siaga telah disiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Kami telah menyiapkan tim siaga bencana yang siap bergerak ketika dibutuhkan. Pemantauan titik panas juga terus kami lakukan bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan,” ujar Buyung.
Dia menyebut koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar setiap laporan maupun temuan hotspot dapat ditindaklanjuti tanpa menunggu api membesar.
“Koordinasi dengan Otorita IKN terus diperkuat. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dilakukan di lapangan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan, wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada dalam delineasi IKN masih mencatat kemunculan sejumlah hotspot pada Juni hingga Juli 2026. Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara tetap berada dalam kondisi tanpa titik panas.
Basuki berharap teknologi, kesiapan personel, dan keterlibatan masyarakat mampu menjadi benteng utama dalam mencegah karhutla di kawasan ibu kota negara.
“Mencegah kebakaran hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, kita bisa menjaga hutan Nusantara tetap lestari,” pungkasnya. (Putri/Par)






