UpdateIKN.com, Nusantara – Ibu Kota Nusantara (IKN) terus membuka peluang investasi dan kerja sama internasional. Ketertarikan Belarus dan Bangladesh terhadap potensi ekonomi serta pembangunan kota hijau menjadi sorotan dalam Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang digelar di Nusantara, Kamis (22/10/2026).
Forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan delegasi internasional ini menjadi ajang promosi peluang bisnis di IKN dan Kalimantan Timur, mulai dari perdagangan, industri, hingga pengembangan kawasan.
Duta Besar Belarus untuk Indonesia, H.E. Dr. Raman Ramanouski, menyampaikan minat negaranya untuk memperluas kerja sama bisnis di Kalimantan Timur, termasuk IKN.
“Saya menyampaikan bahwa kami berminat untuk mengembangkan bisnis kami di wilayah ini,” ujar Ramanouski.
Dia menyoroti potensi perdagangan pupuk potasium yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor Belarus ke Indonesia.
“Belarus adalah salah satu supplier pupuk potasium untuk Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Jadi kami menantikan peluang pengembangan kerja sama bisnis di sini,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abul Hasan Mridha, mengapresiasi pembangunan Nusantara yang mengusung konsep kota hijau.
Dia menilai pengalaman Indonesia dapat menjadi peluang pertukaran pengetahuan bagi kedua negara.
“Nusantara sedang membangun kota, kotanya hijau dan progresnya cepat,” kata Abul Hasan.
Dia menambahkan, kedekatan hubungan kedua negara menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi.
“Jadi, kita bisa bekerja sama dan berbagi pengetahuan, mungkin ini (kerja sama) akan membantu pembangunan kota juga di Bangladesh,” ujarnya.
Selain Belarus dan Bangladesh, forum ini turut menghadirkan delegasi dari Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan, industri, dan investasi.
Selain menawarkan peluang bisnis, Otorita IKN menyoroti kemudahan perizinan dan insentif bagi investor.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengatakan pemerintah berkomitmen mendengarkan kebutuhan serta hambatan yang dihadapi pelaku usaha.
“Hari ini kita akan berdiskusi langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami, Otorita IKN, mendengarkan segala solusi sekaligus hambatan di setiap langkah berinvestasi,” ujar Roi.
Dia menegaskan, pembangunan Nusantara membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Otorita IKN juga memperkenalkan fasilitas seperti tax holiday, super tax deduction, layanan perizinan satu pintu, serta INVESTARA (Invest Platform Nusantara) untuk membantu calon investor mengeksplorasi peluang usaha.
Pengalaman investor turut disampaikan Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri, M.M., M.Ph., FISQua. Rumah sakit tersebut memulai pembangunan pada November 2023 dan resmi beroperasi pada Oktober 2024.
“Untuk perizinan, kami sebagai investor sangat dipermudah oleh Otorita IKN. Perizinan pembangunan gedung tidak perlu menunggu lama dari Otorita IKN,” kata Farah.
MIF 2026 merupakan kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Rangkaian kegiatan dimulai di Samarinda pada 21 Oktober mendatang, kemudian berlanjut ke Nusantara sehari berikutnya, dengan menghadirkan investor pelopor dari sejumlah perusahaan.
Melalui forum ini, penyelenggara berharap komunikasi dengan investor dan mitra internasional dapat berkembang menjadi kerja sama konkret.
Roi menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan dunia usaha.
“Pembangunan Nusantara adalah sinergi antara pemerintah dan swasta,” tutupnya. (*/Han/Par)






