H. Baba Dorong Partisipasi Warga Balikpapan Lewat Teknologi
UpdateIKN.com, Balikpapan – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, S.H., menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengawasan publik.
Menurutnya, era digital telah memberikan ruang yang lebih luas bagi warga untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi.
Hal tersebut disampaikan H. Baba saat menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-5 Tahun 2026 bertema “Teknologi Informasi untuk Efektivitas Pengawasan Publik dan Demokrasi Digital” di RT 22, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota, Sabtu (13/6/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri para ketua RT dan warga Kelurahan Damai itu, H. Baba menyoroti pentingnya membangun budaya partisipatif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Sekarang masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk mengetahui program pemerintah, menyampaikan aspirasi, hingga melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” kata H. Baba.
Menurut legislator dari PDI Perjuangan tersebut, demokrasi akan semakin kuat apabila masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut terlibat dalam mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan publik.
“Partisipasi masyarakat adalah roh demokrasi. Ketika masyarakat aktif memberikan masukan dan pengawasan, maka pembangunan akan berjalan lebih transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
H. Baba menilai teknologi digital telah mengubah pola hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai platform digital kini memungkinkan komunikasi berlangsung lebih cepat, terbuka, dan efisien.
“Teknologi telah memangkas batas ruang dan waktu. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan, saran, maupun kritik secara langsung. Ini menjadi modal penting dalam menciptakan pemerintahan yang lebih responsif,” terangnya.
Namun demikian, dia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, literasi digital harus menjadi perhatian bersama agar ruang digital tetap menjadi sarana edukasi dan pengawasan yang sehat.
“Kebebasan di ruang digital harus diiringi tanggung jawab. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat merugikan banyak pihak,” tegas H. Baba.
Sementara itu, narasumber Muhammad Riza Permadi menjelaskan bahwa teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi modern.
Kehadiran berbagai platform digital, kata dia, memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam proses pengambilan kebijakan.
“Dulu akses terhadap informasi relatif terbatas. Hari ini masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dan ikut memberikan respons terhadap berbagai kebijakan pemerintah,” ujar Riza.
Dia menambahkan bahwa pengawasan publik akan semakin efektif apabila masyarakat memahami cara menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan manfaatnya adalah bagaimana masyarakat menggunakannya untuk kepentingan bersama dan kemajuan daerah,” katanya.
Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai masukan dari para ketua RT dan warga terkait pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik, pengawasan pembangunan lingkungan, hingga penyampaian aspirasi kepada pemerintah.
H. Baba mengajak masyarakat untuk menjadikan teknologi sebagai sarana memperkuat demokrasi dan memperbesar keterlibatan publik dalam pembangunan daerah.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi , tetapi jadilah warga yang aktif mengawasi, memberikan masukan, dan ikut membangun daerah. Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang peduli dan berpartisipasi,” pungkasnya. (Budi/Par)





