UpdateIKN.com, Samarinda –   Komisi II DPRD Samarinda mengingatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) agar mengubah orientasi pengelolaan anggaran dari sekadar mengejar serapan menjadi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan setelah dewan mengevaluasi pelaksanaan anggaran Distapangtani pada semester pertama 2026.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan tingginya persentase penyerapan anggaran tidak otomatis mencerminkan keberhasilan sebuah organisasi perangkat daerah.

Menurutnya, ukuran utama tetap berada pada dampak program yang dirasakan masyarakat, terutama petani.

“Kami tidak ingin penilaian hanya berhenti pada angka serapan anggaran. Yang jauh lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan hasil dari program yang dijalankan,” kata Iswandi.

Dia menjelaskan, DPRD masih menemukan sejumlah program yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan berjalan lambat. Padahal, program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Kota Samarinda.

“Kalau program untuk masyarakat terlambat, maka manfaat anggaran juga ikut tertunda. Ini yang menjadi perhatian kami dalam evaluasi semester pertama,” ujarnya.

Menurut Iswandi, pemerintah daerah perlu memastikan setiap rupiah anggaran mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Karena itu, Distapangtani didorong mempercepat pelaksanaan kegiatan yang berhubungan langsung dengan pemberdayaan petani, penguatan produksi pangan, hingga penanganan kerawanan pangan.

Dia juga menilai pola belanja pemerintah perlu diarahkan lebih banyak pada program yang bersifat produktif dibanding pengeluaran rutin yang tidak memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik.

“Kami berharap porsi anggaran benar-benar difokuskan pada kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan petani dan masyarakat. Itu yang harus menjadi prioritas ke depan,” tegasnya.

Komisi II DPRD Samarinda memastikan evaluasi terhadap kinerja Distapangtani akan terus dilakukan hingga akhir tahun anggaran. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai target dan tidak lagi mengalami keterlambatan.

Iswandi menambahkan, masih ada waktu pada semester kedua untuk memperbaiki capaian program. Dia optimistis target pembangunan sektor pertanian dapat tercapai apabila seluruh jajaran Distapangtani bergerak lebih cepat dan fokus pada pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Kami ingin semester kedua menjadi momentum perbaikan. Jangan hanya mengejar penyelesaian administrasi, tetapi pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tutup Iswandi. (Adv/DPRD Samarinda)

Iklan