UpdateIKN.com, Samarinda – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda tidak lagi hanya bertumpu pada pengembangan usaha yang sudah berjalan.

Komisi II DPRD Samarinda kini mengarahkan perhatian pada ratusan aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai aset yang selama ini tidak produktif seharusnya tidak hanya menjadi beban pemeliharaan.

Menurutnya, aset tersebut harus mulai dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai ekonomi bagi pemerintah daerah.

“Masih banyak aset yang belum memberikan manfaat maksimal. Kalau dikelola dengan baik, aset itu bisa menjadi sumber pendapatan baru tanpa harus membebani masyarakat,” kata Iswandi, Senin (13/7/2026).

Karena itu, DPRD Samarinda mendorong Perumda Varia Niaga mengambil peran lebih besar sebagai ujung tombak pengelolaan aset daerah. Perusahaan milik pemerintah tersebut dinilai memiliki pengalaman menjalankan berbagai lini usaha yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan potensi aset milik Pemkot Samarinda.

“Bukan hanya mempertahankan usaha yang sudah ada, tetapi bagaimana perusahaan daerah ini mampu melihat peluang-peluang baru dari aset pemerintah yang selama ini belum tergarap,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Komisi II DPRD Samarinda akan mempertemukan Perumda Varia Niaga dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Forum tersebut akan difokuskan untuk memetakan aset yang masih idle, sekaligus menentukan model pemanfaatan yang sesuai dengan regulasi.

“Kami ingin ada pemetaan yang jelas. Aset mana yang bisa langsung dimanfaatkan, mana yang perlu dikembangkan lebih dulu, semuanya harus dibahas bersama agar memiliki kepastian hukum,” terang Iswandi.

Menurut dia, strategi optimalisasi aset menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan mencari sumber pendapatan baru melalui kebijakan yang berpotensi membebani masyarakat.

Dengan memaksimalkan aset yang sudah dimiliki pemerintah, daerah dapat memperoleh tambahan pemasukan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan kekayaan daerah.

“Prinsipnya sederhana, maksimalkan apa yang sudah dimiliki pemerintah. Kalau aset bisa menghasilkan, tentu itu akan jauh lebih baik untuk daerah,” katanya.

Di tengah dorongan tersebut, DPRD Samarinda mengakui kinerja Perumda Varia Niaga menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari peningkatan kontribusi perusahaan terhadap kas daerah dalam beberapa tahun terakhir.

“Setoran kepada pemerintah terus meningkat. Tahun 2024 sekitar Rp400 juta, tahun 2025 naik menjadi Rp500 juta, dan tahun ini sudah mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Ini menunjukkan perusahaan mulai berkembang dengan baik,” ungkap Iswandi.

Meski demikian, dia menilai capaian tersebut baru menjadi langkah awal. Potensi peningkatan pendapatan masih terbuka lebar apabila seluruh aset pemerintah yang belum produktif dapat dikelola menjadi unit usaha baru.

“Masih banyak ruang untuk tumbuh. Kami ingin Varia Niaga tidak berhenti pada usaha yang sudah berjalan, tetapi terus menghadirkan inovasi agar kontribusinya terhadap PAD semakin besar,” tuturnya.

Saat ini Perumda Varia Niaga mengelola sejumlah bidang usaha, mulai dari layanan ASIS, pengelolaan parkir, kos syariah, hingga peternakan ayam petelur. Selain itu, sektor jasa yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan Sungai Mahakam masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan daerah tersebut.

“Potensi yang sudah menghasilkan tentu harus terus diperkuat. Namun, aset-aset lain yang belum produktif juga harus mulai dihidupkan agar sumber pendapatan daerah semakin beragam,” ucap Iswandi.

Selain mengejar peningkatan pendapatan, ia mengingatkan Perumda Varia Niaga tetap memikul tanggung jawab sebagai badan usaha milik daerah yang mendukung kebijakan pemerintah, termasuk menjaga stabilitas ekonomi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Yang kami inginkan bukan sekadar perusahaan memperoleh keuntungan, tetapi bagaimana keberadaan Perumda benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Jika aset daerah produktif dan PAD meningkat, maka kemampuan fiskal Samarinda juga akan semakin kuat,” tutup Iswandi. (Adv/DPRD Samarinda)

Iklan