UpdateIKN.com, Samarinda – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda 2027 sementara mengerucut di angka sekitar Rp3,461 triliun. Nilai tersebut mengalami penyesuaian dari pembahasan sebelumnya yang berada di kisaran Rp3,8 triliun.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan perubahan nilai anggaran terjadi seiring penyesuaian kemampuan fiskal daerah, terutama setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Angka kesepakatan di nota itu di angka Rp3,461 triliun dari Rp3,8 triliun,” kata Helmi, Senin (21/9/2026).
Dari perubahan tersebut, terdapat selisih sekitar Rp211 miliar. Penyesuaian ini membuat pemerintah daerah dan DPRD Samarinda harus kembali mencermati program yang akan masuk dalam struktur belanja APBD Samarinda 2027.
“Jadi ada pengurangan sekitar Rp211 miliar,” ujarnya.
Meski nilai APBD turun, anggaran tetap diarahkan untuk membiayai sejumlah kebutuhan utama pemerintah daerah. Helmi menyebut pekerjaan yang sudah berjalan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan karena berkaitan dengan kewajiban pembayaran.
“Kalau bicara prioritas, pekerjaan-pekerjaan yang sudah berjalan ini wajib nanti harus dibayar,” katanya.
Selain menyelesaikan pekerjaan yang telah berjalan, infrastruktur dan pelayanan publik juga menjadi bagian yang diperhitungkan dalam penyusunan APBD Samarinda 2027.
“Kemudian infrastruktur, pelayanan publik, termasuk pembayaran utang,” kata Helmi.
Artinya, dari kemampuan anggaran sekitar Rp3,461 triliun tersebut, pemerintah daerah harus membagi ruang belanja antara menyelesaikan kewajiban yang sudah ada dan menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Namun, belum seluruh program dapat dipastikan berjalan secara penuh. Menurut Helmi, sejumlah kegiatan masih menunggu kepastian dana transfer dari pemerintah pusat.
“Harapannya semoga dana transfer dari pemerintah pusat itu bisa kembali,” ujarnya.
Jika dana transfer kembali sesuai harapan, ruang fiskal daerah akan bertambah sehingga program yang sebelumnya masih menunggu kepastian dapat dilaksanakan.
“Kalau kembali, insyaallah semua kegiatan itu akan dijalankan semua,” kata Helmi.
Selain pembangunan dan pelayanan masyarakat, kondisi cuaca juga ikut memengaruhi struktur belanja daerah. Musim kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan penanganan kondisi tidak terduga ikut mendapat perhatian.
“Ditambah lagi sekarang ini kan musim kemarau. Jadi tadi anggaran tidak terduganya juga ditambah,” ungkapnya.
Penambahan anggaran tidak terduga menjadi bagian dari upaya menyiapkan ruang fiskal untuk menghadapi kebutuhan yang muncul akibat kondisi di luar perencanaan rutin.
Dengan nilai sementara sekitar Rp3,461 triliun, pembahasan APBD kota Samarinda 2027 selanjutnya akan menyesuaikan program dengan kemampuan keuangan daerah. Prioritas belanja diarahkan pada penyelesaian pekerjaan yang telah berjalan, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pembayaran kewajiban daerah, serta kebutuhan mendesak yang muncul sepanjang tahun anggaran.
“Nah, di situ fokusnya,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)






