Anggota DPRD Samarinda Soroti Karhutla Berulang di Palaran

UpdateIKN.com, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Palaran, Samarinda, semakin menjadi perhatian. Cuaca panas yang berlangsung berbulan-bulan membuat lahan terbuka di kawasan tersebut berada dalam kondisi rawan terbakar.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di lahan.
Menurut Jasno, persoalan karhutla di Palaran tidak hanya berkaitan dengan luasnya lahan, tetapi juga kondisi geografis yang menyulitkan petugas menjangkau titik api.
“Palaran ini kan hampir seperempat Kota Samarinda, luasnya cukup luas. Lahan-lahan di sana juga masih luas sehingga untuk mengendalikan potensi kebakaran memang agak sedikit rumit,” ujar Jasno, Senin (28/9/2026).
Kondisi tersebut semakin kompleks ketika titik kebakaran berada jauh dari akses jalan. Petugas pemadam maupun relawan harus menghadapi medan yang cukup berat untuk mencapai lokasi dan melakukan penanganan.
“Medannya juga agak ekstrem sehingga tidak ada akses jalan yang bisa langsung ke titik itu sehingga memerlukan proses,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan terjadi di sejumlah kawasan Palaran. Sebelumnya, api juga melanda kawasan Jalan Adi Sucipto.
Pada Senin (28/9/2026), kebakaran kembali dilaporkan terjadi di sekitar Jalan Irigasi, Bantuas atau Bentuas, serta Simpang Pasir.
Rentetan kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa kondisi lahan yang kering membutuhkan perhatian serius. Jasno menyebut Samarinda telah mengalami periode tanpa hujan selama hampir tiga bulan.
“Cuaca panas kita cukup ekstrem, kurang lebih hampir tiga bulan kita tidak ada turun hujan,” ucapnya.
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka atau membersihkan area pertanian dan perkebunan. Jika aktivitas tersebut tetap dilakukan, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar api tidak menjalar ke kawasan lain.
“Kalau masyarakat melakukan kegiatan itu harus terpantau betul, kalau enggak api akan merambat dan terjadilah kebakaran di beberapa tempat,” tegasnya.
Di sisi lain, penanganan karhutla di Palaran melibatkan banyak unsur. Relawan setempat bersama BPBD, dinas pemadam kebakaran, dan BNPB turut diterjunkan untuk menangani titik-titik kebakaran.
Jasno menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena karakter wilayah Palaran membuat penanganan kebakaran tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat.
“Teman-teman relawan, kemudian dinas terkait, BPBD, dinas kebakaran kemudian BNPB juga turun tangan, dibantu oleh relawan setempat, melaksanakan kegiatan yang luar biasa,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)





