UpdateIKN.com, Kukar – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki modal besar untuk mempercepat pembangunan. Sedikitnya 944 perusahaan skala besar beroperasi di wilayah ini. Jika seluruh perusahaan mampu menyelaraskan program tanggung jawab sosialnya dengan kebutuhan masyarakat, dampaknya diyakini akan jauh lebih besar dibandingkan bekerja sendiri-sendiri.
Fakta itu menjadi sorotan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun 2026 di Tenggarong, Rabu (29/7/2026).
Menurut Aulia, besarnya jumlah perusahaan yang beroperasi di Kukar harus dipandang sebagai kekuatan pembangunan, bukan hanya pelaku ekonomi. Karena itu, ia meminta dunia usaha mengambil peran lebih aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui program CSR yang terarah.
“Ada sekitar 944 perusahaan besar di Kutai Kartanegara. Ini merupakan potensi luar biasa yang harus kita kelola bersama sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan daerah,” ujarnya.
Selama ini, kata Aulia, masih ada program CSR yang berjalan sendiri tanpa terhubung dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah. Akibatnya, manfaat yang diterima masyarakat belum maksimal dan bahkan berpotensi terjadi tumpang tindih kegiatan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kukar mulai mendorong setiap perusahaan menyusun program TJSL berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan selaras dengan 17 program dedikasi daerah.
“Kami ingin seluruh program memiliki arah yang sama. Ketika pemerintah dan perusahaan bergerak bersama, hasilnya tentu akan jauh lebih terasa bagi masyarakat,” katanya.
Aulia juga mengingatkan bahwa konsep CSR saat ini tidak lagi cukup sebatas memberikan bantuan sosial atau hibah. Menurutnya, perusahaan harus mulai berinvestasi pada pemberdayaan masyarakat agar tercipta kemandirian ekonomi.
Dia mencontohkan, perusahaan dapat memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, bantuan peralatan kerja hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat maupun pekerja yang telah memasuki masa pensiun atau terdampak pengurangan tenaga kerja.
“CSR harus mampu menciptakan masyarakat yang mandiri. Jangan hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi bangun kemampuan mereka agar memiliki penghasilan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah akurasi data penerima manfaat. Aulia meminta seluruh program perusahaan disusun berdasarkan data yang valid sehingga bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.
“Program yang baik harus berbasis data. Dengan begitu manfaatnya tepat sasaran dan dampaknya bisa kita ukur bersama,” ucapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama sejumlah perusahaan juga menandatangani kerja sama di berbagai sektor. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain forum Musrenbang, kegiatan juga diramaikan dengan Expo UMKM yang menampilkan produk-produk pelaku usaha binaan perusahaan maupun pemerintah daerah. Bagi Aulia, pameran itu menjadi bukti bahwa kolaborasi dunia usaha telah memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi lokal.
Namun dia berharap pembinaan terhadap UMKM tidak berhenti pada kegiatan pameran. Pendampingan harus terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, akses pembiayaan hingga perluasan pasar.
“Kalau pembinaannya berkelanjutan, saya optimistis UMKM Kutai Kartanegara mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” tuturnya.
Aulia mengajak seluruh pemangku kepentingan meninggalkan pola kerja sektoral dan mulai membangun kolaborasi yang lebih kuat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Mari kita ubah cara kerja kita. Bukan lagi sekadar menghasilkan program, tetapi memastikan setiap program benar-benar menghadirkan manfaat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membawa Kukar menjadi daerah yang semakin maju,” pungkasnya. (Ndri/Par)






