UpdateIKN.com, Samarinda – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membentuk jaringan relawan di setiap rukun tetangga (RT) atau tempat pemungutan suara (TPS).
Sekretaris DPW PAN Kaltim, Jasno, mengatakan konsolidasi dilakukan secara bertahap melalui pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurut dia, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, sebanyak delapan daerah telah melaksanakan agenda pelantikan DPC, sekaligus kegiatan konsolidasi partai.
“Dari 10 kabupaten kota, sudah delapan DPD yang melaksanakan pelantikan DPC di masing-masing kabupaten kota,” ujar Jasno, Senin (28/9/2026).
Rangkaian konsolidasi tersebut telah berlangsung di sejumlah wilayah, mulai dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Balikpapan, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu. Agenda terakhir dilaksanakan di Kabupaten Berau pada 27 September.
Sementara itu, dua wilayah masih menunggu pelaksanaan agenda serupa, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.
Jasno menegaskan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari agenda PAN Kaltim untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan komunikasi partai berjalan hingga tingkat bawah.
“Kita langsung turun ke bawah, ke DPD dan DPC, untuk menyapa ketua partai yang ada di tingkat daerah maupun tingkat bawah,” katanya.
Setelah konsolidasi struktur partai, DPW PAN Kaltim juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pembentukan relawan di tingkat RT.
PAN Kaltim menargetkan setiap RT atau TPS memiliki tiga relawan yang bertugas membangun komunikasi dan koordinasi di lingkungan masing-masing.
Proses perekrutan relawan akan melibatkan anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga anggota DPR RI dari PAN.
“Target kita satu RT itu ada tiga relawan. Proses rekrutmennya melalui anggota DPR kota, DPR provinsi, kemudian DPR RI,” terang Jasno.
Dia menyebut perekrutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan partai di tingkat masyarakat. Para relawan nantinya diharapkan menjadi penghubung komunikasi antara struktur PAN dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Jasno mengakui proses konsolidasi di sejumlah daerah Kaltim membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan karena beberapa wilayah memiliki jarak antarkecamatan yang cukup jauh.
Dia mencontohkan Kabupaten Kutai Timur. Untuk menghadirkan pengurus dan kader dari sejumlah kecamatan dalam satu kegiatan, perjalanan dapat memakan waktu enam hingga delapan jam.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi PAN Kaltim untuk menjalankan konsolidasi organisasi.
Penguatan struktur PAN Kaltim hingga tingkat paling bawah menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi partai secara berkelanjutan.
Dengan selesainya sebagian besar agenda pelantikan DPC, perhatian PAN Kaltim kini diarahkan pada penguatan jaringan di tingkat RT dan TPS melalui pembentukan relawan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi organisasi PAN Kaltim untuk memperluas jangkauan komunikasi dengan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Jasno menegaskan, proses konsolidasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh struktur partai di daerah semakin solid dan memiliki jaringan komunikasi yang kuat di tingkat masyarakat.
“Kita ingin konsolidasi ini tidak berhenti di tingkat DPD dan DPC, tetapi benar-benar sampai ke tingkat bawah, sehingga komunikasi partai dengan masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Ramadhani/Par)






