UpdateIKN.com, Dua mobil ambulans kesulitan saat melintas di Jembatan Achmad Amin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Mahkota 2, Kamis (10/8/2023).

Kejadian pertama, Kamis pagi, mobil ambulans dari arah Sungai Kapih menuju ke arah pintu masuk Tol Samarinda-Balikpapan. Namun tiba di bawah portal, lampu rotary mobil ambulans Kukar yang membawa pasien tersangkut di portal Jembatan Achmad Amin. Akibatnya perjalanan pengantaran pasien sempat terhambat hingga beberapa menit, sampai akhirnya beberapa petugas dari Dishub yang berjaga di Pos Jembatan Achmad Amin turut membantu menaiki body belakang mobil ambulans, agar mobil ambulans bisa melintas.

Hanya berselang beberapa jam kemudian, sebuah mobil ambulans dari arah pintu Tol Samarinda-Balikpapan menuju ke arah Sungai Kapih juga mengalami hal serupa. Lampu rotary ambulans lagi-lagi tersangkut di portal Jembatan Achmad Amin.

Untuk diketahui, pemasangan portal Jembatan Achmad Amin sendiri dilakukan sejak Senin lalu (7/8/2023), dipasang permanen di dua sisi pintu masuk keluar Jembatan Achmad Amin. Sementara ketinggian portal hanya sekitar 2.10 meter.

Ketua ITS-TRC Samarinda, Joko Iswanto menanggapi persoalan sangkutnya ambulans saat akan melintas di Jembatan Achmad Amin tadi pagi.

“Kejadian ini yang kami khawatir dan benar terjadi. Ambulans membawa pasien yang seharusnya bisa bergerak cepat, akhirnya terkendala saat melewati Jembatan karena tersangkut portal, ” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/8/2023).

Menurut dia, sebenarnya pasca pemasangan portal di Jembatan Achmad Amin, pihaknya bersama dengan puluhan relawan ambulans turun ke lokasi untuk melakukan uji lintas unit ambulans.

“Kami sudah ke lokasi dan melakukan pengukuran untuk tinggi mobil ambulans supaya bisa melintas. Kami sudah meminta agar tinggi portal diubah menjadi 2.50 meter, agar semua ambulans bisa melintas. Ini sesuai dengan pengukuran yang dilakukan bersama Dinas Perhubungan, ” ungkapnya.

Namun hingga hari ini, lanjut Joko Iswanto, kondisi ketinggian portal Jembatan Achmad Amin belum juga diubah.

“Kami menyayangkan lambannya penanganan portal Jembatan Achmad Amin, hingga terjadi insiden tersangkutnya ambulans membawa pasien emergency tadi pagi. Padahal, hasil pengukuran di lapangan hingga uji melintas unit ambulans sebelumnya sudah membuktikan, jika portal terlalu rendah untuk dilintasi unit ambulans, ” ujarnya.

Kepada pihak-pihak terkait, Joko Iswanto meminta agar segera mengambil tindakan untuk menaikkan ketinggian portal Jembatan Achmad Amin.

“Kami mendesak pihak PUPR segera menaikkan tinggi portal menjadi 2.40 meter, sesuai surat resmi yang kami serahkan ke Dinas Perhubungan sebagai dasar permohonan peninggian tiang portal, ” tutupnya. (Putri/MJ)

Iklan