UpdateIKN.com, Paser  – Seorang warga Kabupaten Paser, dilaporkan hilang usai diterkam buaya saat mencari udang di Sungai Sangkuranai, Kecamatan Batu Engau.

Hingga Senin (19/1/2026), Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Muhammad Helmi (35), warga Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita dan langsung menggegerkan warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama seorang rekannya menjala udang di Sungai Sangkuranai. Saat korban tengah mengumpulkan hasil jala, tanpa disadari ada seekor buaya tengah mengintainya. Dan tiba-tiba tubuh Helmi langsung disambar buaya.

Rekan korban yang berada tak jauh dari lokasi melihat kejadian mengerikan tersebut. Dia melihat tubuh temannya diterkam seekor buaya dan diseret ke dalam sungai. Kejadian berlangsung cepat dan dia tak sempat menyelamatkan Helmi.

Warga sekitar yang mendapat kabar tersebut langsung melakukan pencarian awal secara manual. Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan.

Laporan resmi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Balikpapan pada pukul 20.55 Wita. Tak berselang lama, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.10 Wita. Setibanya di Kabupaten Paser, tim SAR langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk melaksanakan operasi pencarian.

Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir alur Sungai Sangkuranai menggunakan rubber boat dan perahu nelayan. Area pencarian diperluas hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian (LKP).

Komandan Regu SAR, Dwi Adi Wibowo, mengatakan bahwa seluruh potensi SAR dikerahkan untuk menemukan korban.

“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan menyisir alur sungai dan memperluas area pencarian hingga radius dua kilometer dari LKP. Pencarian dilakukan menggunakan rubber boat dan perahu nelayan,” ujarnya.

Dalam proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi alam yang cukup berbahaya. Selain arus sungai yang cukup deras, keberadaan buaya di sekitar lokasi menjadi ancaman serius bagi personel.

“Kami tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan mengingat adanya potensi ancaman buaya. Namun demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal sesuai rencana operasi,” kata Dwi. (Ramadhani/Par)

Iklan