UpdateIKN.com, Kukar –   Niat membersihkan lahan untuk disiapkan menjadi kapling berujung proses hukum. Seorang pria berinisial FF (26) diamankan polisi setelah lahan sekitar 3 hektare di Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), terbakar.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Amborawang Laut-Solok Batu, RT 08, Kelurahan Amborawang Laut. Polisi mendatangi lokasi dan mendapati api masih membakar area lahan pada Selasa (29/9/2026).

FF diduga membakar tumpukan semak, ranting, dan material sisa pembersihan lahan. Area tersebut disebut hendak dipersiapkan untuk dijadikan kapling agar terlihat lebih bersih dan menarik bagi calon pembeli.

Namun api kemudian merembet ke bagian lahan milik warga lainnya. Kepulan asap tebal juga mengganggu jarak pandang, serta aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid mengatakan polisi menangani kejadian tersebut karena aktivitas pembakaran lahan dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat dan lingkungan.

“Penanganan perkara dilakukan sebagai bentuk respons terhadap aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan,” kata Yazid.

Dalam penanganan kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah parang, korek gas, dan ranting pohon yang terbakar.

FF kemudian dibawa ke Polsek Samboja untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut guna memastikan fakta dan pertanggungjawaban hukum dalam perkara ini.

Perkara tersebut telah dituangkan dalam laporan polisi. Penyidikan dilakukan berdasarkan Pasal 308 ayat (1) subsider Pasal 311 UU Nomor 1 Tahun 2023, sebagaimana yang disangkakan dalam laporan penyidikan.

Kasus pembakaran lahan ini terjadi saat wilayah Kalimantan Timur disebut menghadapi kondisi kering dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, pembakaran untuk membersihkan lahan memiliki risiko api meluas apabila tidak terkendali.

Polsek Samboja mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan cara membakar untuk membersihkan lahan.

“Api yang awalnya dianggap sebagai cara cepat membersihkan lahan dapat berubah menjadi ancaman ketika merembet ke area lain,” ujar Yazid. (End/Par)

Iklan