BI Kaltim Masih Asesmen Dampak Pasokan Pangan

UpdateIKN.com, Samarinda Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) masih melakukan asesmen terhadap perkembangan pasokan sejumlah komoditas pangan dan potensi dampaknya terhadap inflasi di Kalimantan Timur.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardyanto mengatakan, pihaknya belum melihat dampak yang signifikan terhadap inflasi dari perkembangan komoditas yang menjadi perhatian tersebut.
“Kami saat ini masih melakukan asesmen ya,” ujar Bayuadi baru-baru ini.
Menurutnya, proses asesmen masih berlangsung sehingga BI Kaltim belum mengambil kesimpulan mengenai dampak perkembangan pasokan komoditas tersebut terhadap inflasi daerah.
“Tapi kalau ke depan, kalau memang berlanjut, bisa juga memengaruhi kepada inflasi. Tapi kalau sampai saat ini kan belum melihat dampaknya kepada inflasi,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah BI Kaltim melakukan kunjungan ke klaster pertanian Sukomakmur dan Nepal Van Java, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung produksi sejumlah komoditas hortikultura yang berpotensi mendukung pasokan pangan daerah lain.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah bawang merah. Kaltim sendiri memiliki keterbatasan produksi untuk komoditas tertentu karena karakteristik geografisnya berbeda dengan daerah sentra pertanian dataran tinggi.
Kondisi tersebut membuat penguatan kerja sama antardaerah menjadi salah satu opsi yang tengah dijajaki BI Kaltim untuk memastikan pasokan komoditas pangan tetap tersedia dengan harga yang efisien.
“Kita masih melakukan asesmen, kita masih masuk ke sana. Nanti lah teman-teman media, nanti kita kabarin kalau memang ada dampak,” tutup Bayuadi. (End)





