UpdateIKN.com, Samarinda –   Rencana kenaikan tarif air Samarinda mulai jadi perbincangan. Pemerintah Kota Samarinda akhirnya buka suara, memastikan penyesuaian tarif memang akan dilakukan, namun tidak seperti yang dikhawatirkan sebagian warga.

Di balik rencana ini, ada tekanan biaya produksi yang terus naik dan mulai membebani operasional Perumda Tirta Kencana. Pemerintah menyadari, tanpa penyesuaian, kualitas layanan air bersih bisa ikut terdampak.

Sekretaris Daerah Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, tidak menampik hal tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai pilihan realistis, bukan keputusan populer.

“Ini bukan sekadar kenaikan tarif, tapi upaya menjaga layanan air bersih tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, dalam rapat bersama Perumdam Tirta Kencana, Rabu (8/4/2026).

Meski begitu, kenaikan tidak akan dilakukan sekaligus. Skemanya bertahap, dari 2 persen hingga maksimal 9 persen. Artinya, perubahan tarif akan terasa pelan, bukan langsung melonjak.

Yang menarik, tidak semua warga akan terdampak. Pemerintah tetap memasang “rem sosial” lewat subsidi. Warga miskin ekstrem masih bisa menikmati hingga 20 meter kubik air gratis, sementara masyarakat miskin mendapat jatah 10 meter kubik tanpa biaya. Langkah ini menjadi penyeimbang di tengah kebijakan yang sensitif.

Pemerintah mencoba berdiri di dua sisi, menjaga layanan tetap hidup, sekaligus memastikan kelompok rentan tidak ikut terbebani. Namun, satu hal yang jadi sorotan adalah komunikasi ke publik. Pemerintah mengakui potensi salah paham cukup besar jika informasi tidak disampaikan dengan jelas.

“Kita ingin masyarakat tahu berapa yang dibayar dan berapa yang disubsidi,” kata Neneng.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menyentil kebiasaan lama, penggunaan air yang kerap tidak terkontrol. Dengan tarif baru, ada dorongan agar warga mulai lebih bijak menggunakan air bersih.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Samarinda. Sejumlah daerah lain sudah lebih dulu menaikkan tarif air dengan alasan serupa. Bedanya, kini publik Samarinda mulai ikut merasakan fase penyesuaian tersebut. (*/Par)

Iklan