UpdateIKN.com, Samarinda –   Permasalahan keterbatasan sekolah di Kota Samarinda kembali mencuat. Anggota DPRD Samarinda Samri Shaputra menyuarakan keresahannya terhadap ketimpangan antara jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahun dengan jumlah sekolah negeri yang masih terbatas.

Samri menyoroti dampak sistem zonasi saat ini yang justru menyulitkan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah, karena kuota yang sudah penuh lebih dulu oleh pendaftar lain.

“Sekolah sudah menentukan jarak sampai 500 meter, tapi kuotanya sudah penuh. Kasihan, anak-anak yang tinggal paling dekat justru tidak bisa bersekolah di sana,” ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, sistem zonasi seharusnya memperhatikan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya angka dan aturan teknis. Ia menilai jumlah sekolah menengah, terutama tingkat SMP dan SMA, tidak lagi mencukupi untuk menampung lulusan SD yang terus bertambah setiap tahun.

“Anak-anak SD semakin banyak, tapi sekolah SMP dan SMA tidak bertambah. Ini kondisi riil yang harus jadi perhatian pemerintah,” tegas Samri.

Untuk mengatasi persoalan ini, Anggota DPRD Samarinda Samri Shaputra mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar segera membangun sekolah baru sebelum akhir tahun 2025.

“Saya minta setidaknya ada tambahan satu sekolah lagi sampai Desember ini. Kita tidak bisa menunggu lebih lama, karena setiap tahun lulusan SD bertambah,” kata Samri.

Langkah ini dinilai penting agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tidak terganggu hanya karena masalah jarak atau daya tampung sekolah yang terbatas.

Samri juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan dan pemerintah kota, untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan dan menyusun kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak yang punya semangat belajar tinggi, justru tersingkir karena persoalan teknis. Ini soal masa depan generasi kita,” pungkasnya. (Putri/Par)

Iklan