UpdateIKN.com, Samarinda –   Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., menegaskan pihaknya telah melakukan langkah tegas usai penggerebekan di kampus Universitas Mulawarman (Unmul) yang mengungkap adanya puluhan bom molotov. Temuan ini diduga kuat berkaitan dengan rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kaltim pada Senin (1/9/2025).

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah mahasiswa untuk menjalani pemeriksaan intensif. Namun, setelah dilakukan interogasi, 14 mahasiswa akhirnya dipulangkan ke pihak kampus.

“Siang tadi 14 orang mahasiswa kami serahkan kembali ke pihak Universitas Mulawarman. Dari hasil wawancara dan interogasi, tidak ditemukan bukti keterlibatan. Saat penangkapan semalam, mereka berada di sekretariat sehingga untuk kepentingan penyelidikan semua diamankan terlebih dahulu,” ujar Kombes Pol Hendri Umar ditemui di lokasi aksi demontrasi di Depan Kantor DPRD Kaltim, tadi malam.

Polisi menyita 27 botol bom molotov siap pakai, dua petasan, gunting, kain perca, serta atribut bergambar Partai Komunis Indonesia (PKI). Dari penyelidikan awal, setiap mahasiswa disebut memiliki peran berbeda, mulai dari merakit hingga menyembunyikan bahan peledak rakitan.

Kombes Pol Hendri Umar menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir upaya provokasi maupun tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Samarinda.

Menurut Kapolres, perwakilan FKIP Prodi Sejarah Unmul turut hadir langsung saat proses pemulangan mahasiswa. Pihak kampus menyatakan mendukung penuh langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, agar nama baik universitas tetap terjaga.

Polisi kini terus mendalami pihak-pihak yang diduga sebagai aktor intelektual di balik perencanaan aksi anarkis tersebut. (Ramadhani/Par)

Iklan