Libur Lebaran 2026 Dongkrak UMKM IKN, Omzet Tembus Rp20 Juta per Hari

Suasana area stand UMKM di IKN ramai dikunjungi masyarakat saat libur lebaran 2026. (Ft: Ist)

UpdateIKN.com, Nusantara –   Momentum Libur Lebaran 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa berkah besar bagi pelaku usaha lokal. Lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin melihat langsung progres pembangunan IKN terbukti mampu mengerek omzet UMKM IKN secara signifikan, bahkan hingga puluhan juta rupiah per hari.

Kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dipadati pengunjung sejak hari pertama Idulfitri 1447 H. Kondisi ini berdampak langsung pada geliat ekonomi, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara, Troy Pantouw, menyebut lonjakan kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

“Arus kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi. Ini terlihat dari meningkatnya pendapatan pelaku UMKM di IKN,” ujarnya, Sabtu (28/03/2026).

Omzet UMKM IKN Melonjak Drastis
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami lonjakan pendapatan yang tajam selama periode libur Lebaran.

Kevin, pedagang di Rumah Makan Global kawasan glamping, menyebut omzet hariannya kini melampaui Rp1 juta setelah sebelumnya berada di angka tersebut.

Lonjakan lebih drastis dirasakan Nita, pelaku usaha dari Café Sepaku Empat. Ia mengungkapkan bahwa omzetnya meroket dari Rp1,8 juta menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari selama tiga hari pertama Lebaran.

“Produk mochi jadi favorit pengunjung, terutama anak-anak. Walau prosesnya lama, penjualannya sangat cepat,” katanya.

Hal serupa juga dialami Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” di Plaza Seremoni, yang mampu meraup omzet hingga Rp12 juta per hari.

Tak hanya kuliner tradisional, sektor kuliner modern juga ikut terdongkrak. Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto menyebutkan omzet bisa menembus Rp10–15 juta saat libur dan event, dibanding hari biasa yang hanya Rp2–3 juta.

Produk khas juga menjadi magnet tersendiri. Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara mengungkapkan bakwan Malang miliknya menjadi incaran pengunjung.

“Banyak yang kembali lagi karena ingat rasa bakwan kami. Saat Lebaran, omzet bisa Rp10 sampai Rp20 juta per hari,” ucap Sri.

Sementara itu, pelaku UMKM souvenir mencatat peningkatan hingga dua kali lipat, terutama untuk produk pakaian bertema Nusantara.

Meningkatnya jumlah wisatawan tidak lepas dari pembukaan akses jalan menuju kawasan IKN selama libur Lebaran. Kemudahan akses ini dinilai menjadi faktor utama melonjaknya kunjungan.

Pemerintah melalui Otorita IKN pun memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah berkontribusi menghidupkan ekonomi kawasan.

“Ini bukan sekadar berkah liburan, tapi juga menunjukkan optimisme besar untuk berusaha dan berinvestasi di IKN. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memulai usaha di sini,” tegas Troy.

Fenomena lonjakan omzet UMKM di IKN saat Lebaran 2026 menjadi bukti nyata bahwa kawasan ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Tingginya minat masyarakat untuk berkunjung membuka peluang besar bagi pelaku usaha baru maupun investor.

Dengan tren positif ini, IKN tak hanya menjadi pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga destinasi wisata dan pusat ekonomi baru Indonesia. (Putri/Par)

Iklan