UpdateIKN.com, Kukar – Operasi pencarian korban kecelakaan perahu ketinting di Perairan Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali dilanjutkan, Kamis (16/1/2026).
Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga radius 10 kilometer dari lokasi kejadian demi menemukan satu korban yang masih hilang.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran alur sungai menggunakan sarana air. Sejumlah unsur SAR dan relawan diterjunkan sejak pagi hari, menyusuri tepian hingga bagian tengah Sungai Belayan. Di tengah arus sungai yang cukup deras, serta ancaman satwa liar seperti buaya, tim tetap bekerja dengan mengutamakan keselamatan personel.
Dantim SAR Gabungan, Nur Ngalim, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan sebagai upaya maksimal sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
“Pada hari ketiga ini kami memperluas area pencarian sejauh 10 kilometer dari LKP. Seluruh unsur tetap melaksanakan pencarian secara intensif meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala di lapangan,” ujar dia.
Operasi SAR Gabungan melibatkan Kantor SAR Balikpapan, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, BPBD Kukar, TNI-Polri, Damkarmatan Kota Bangun, Pramuka Peduli, ERT PT Bayan Resources, pemerintah kecamatan, relawan gabungan, serta dukungan masyarakat dan keluarga korban.
Sementara itu, kronologis kejadian bermula saat sebuah perahu ketinting yang ditumpangi dua orang warga melintas di Sungai Belayan. Saat berada di perairan Desa Long Beleh Modang, perahu tersebut ditabrak sebuah kapal LCT yang tengah melintas. Benturan keras menyebabkan perahu terbalik dan kedua penumpangnya tercebur ke sungai.
Dalam insiden tersebut, Ilan (21) berhasil menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi selamat. Namun satu penumpang lainnya, Arani (58), hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. (Ramadhani/Par)






