Berenang lalu Tenggelam di Waduk KM8 Batu Ampar, 6 Bocah Ditemukan Tak Bernyawa
UpdateIKN.com, Samarinda – Enam orang bocah ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di waduk PDAM KM 8, Batu Ampar, Balikpapan pada tadi malam.
Mereka masing-masing adalah AKH (12), IN (11), ALF (8), AZA (5), MR (9) dan KA (9). Keenam bocah malang ini tenggelam saat berenang di waduh tersebut.
Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian pada Senin sore (17/11/2025), beberapa bocah berenang di waduk PDAM KM 8 Batu Ampar. Tubuh mereka perlahan terbawa arus hingga ke bagian tengah waduk, namun saat berupaya perenang ke tepi waduk, mereka tak mampu melawan arus. Diantaranya berupaya meminta tolong.
Sekira pukul 17.30 Wita, seorang pekerja waduk melihat kejanggalan di area waduk, dia baru menyadari ada anak tenggelam setelah mendekati waduk. Saat itu juga upaya pertolongan dilakukan. Namun gagal, bocah-bocah tersebut diduga lemas sebelum akhirnya tenggelam. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Basarnas Kaltim. Sementara warga yang mendengar informasi adanya anak tenggelam di waduk lansung berdatangan dan melakukan pencarian. Hanya berselang beberapa jam setelah kejadian, dua bocah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan pun langsung melakukan pencarian terhadap empat orang bocah lainnya.dengan melaksanakan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, empat korban lain ditemukan dengan waktu yang berdekatan. Mereka ditemukan juga dalam keadaan meninggal dunia.
“Saat tim tiba di lokasi kejadian, dua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RSUD Kanujoso. Pencarian empat korban lain dengan melaksanakan penyelaman menggunakan metode circle, yaitu melakukan penyapuan di bawah air pada radius 1 sampai dengan 10 meter. Hasilnya empat orang korban ditemukan meninggal,” ujar Kasi OPS Basarnas Kaltim, Endrow Sasmita.
Menurutnya, kedalaman waduk berkisar 4 sampai dengan 6 meter dengan kondisi air yang keruh.
“Dan proses pencarian relatif tidak ada kendala, hanya saja kondisi air yang keruh, sehingga visibilitas menjadi terbatas,” katanya.
Dari kejadian naas tersebut, Endrow Sasmita mengimbau kepada seluruh orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain.
“Tentunya kejadian ini sangat memprihatinkan, harapan kami kejadian ini tidak sampai terulang kembali. Tentunya orang tuanya tidak membiarkan anaknya bermain sendirian, akan alangkah lebih baiknya aktivitasnya dalam pengawasan orang dewasa,” imbaunya.
Kepada pihak pengelola waduk, Basarnas Kaltim juga mengimbau agar memasang tanda-tanda peringatan pada lokasi-lokasi yang dianggap memiliki potensi bahaya.
“Kepada pengelola, mungkin area-area seperti ini tentunya dapat diberikan tanda sebagai area tertentu. Terbatas dan juga tentunya diberikan peringatan-peringatan bahwa area-area tersebut adalah area yang berbahaya,” tutupnya. (Ramadhani/Par)





