UpdateIKN.com, Samarinda – Hingga awal Januari 2026, baru 7,24 persen ASN dan warga Kaltim yang mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Data ini muncul saat sosialisasi IKD di BPSDM Kaltim, Rabu (14/1/2026).
Meskipun terlihat antusiasme tinggi, risiko penipuan masih menjadi penghalang. Baru-baru ini, seorang ASN kehilangan Rp150 juta, dan oknum polisi kehilangan Rp500 juta setelah mengikuti aktivasi IKD melalui pihak yang tidak bertanggung jawab.
Disdukcapil Kaltim menegaskan, mereka tidak pernah menghubungi warga melalui WhatsApp atau telepon untuk aktivasi IKD.
Sosialisasi ini menargetkan 30 persen masyarakat Kaltim aktif mengaktivasi IKD.
Hingga saat ini, realisasi baru mencapai 7,24 persen. Aktivasi IKD dibutuhkan untuk mempermudah layanan publik, termasuk pengurusan SIM, pembayaran PDAM Samarinda, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Selama kegiatan di BPSDM Kaltim, terlihat antrean panjang ASN di empat meja aktivasi dan konsultasi. Beberapa peserta terpaksa mengulang pendaftaran karena kendala jaringan internet. Hal ini menunjukkan tingginya minat ASN untuk segera mengaktifkan IKD.
“Sosialisasi ini tidak hanya untuk ASN, tetapi juga sebagai edukasi bagi masyarakat agar memahami keamanan data dan risiko penipuan,” ujar Vincentius Samadi Ponco Putro, Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPSDM Kaltim, Disdukcapil Kaltim, dan staf peserta sosialisasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivasi IKD, sekaligus mempermudah akses layanan publik di seluruh Kalimantan Timur. (Putri/Par)






