Yenni Eviliana Tekankan Pemerataan dan Penguatan Ekonomi Rakyat dalam Forum Tahunan BI
UpdateIKN.com, Samarinda – Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tingkat provinsi yang digelar di Kantor Perwakilan BI Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyoroti tantangan nyata pembangunan daerah.
Yenni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim tidak boleh hanya dipandang dari grafik makro. Menurutnya, pemerataan pembangunan adalah pekerjaan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan. Ia mengingatkan bahwa masih banyak kecamatan pedalaman dan wilayah perbatasan yang tertinggal dalam hal infrastruktur dasar, pendidikan, dan akses layanan publik.
“Saya ingin memastikan anggaran kita menyentuh wilayah yang jarang tersorot. Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota besar,” tegasnya, ditemui usai acara, Jumat malam (28/11/2025).
Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari perbaikan jembatan gantung yang menjadi akses vital petani hingga peningkatan jalan menuju kebun dan sekolah. Yenni mengungkap bahwa aspirasi masyarakat terkait infrastruktur telah masuk dalam agenda pembahasan tahun depan, termasuk rencana rehabilitasi akses untuk petani dan perluasan fasilitas pendidikan.
Selain isu pembangunan fisik, Yenni memberi perhatian khusus pada stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ia menilai sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan BI sangat penting dalam memastikan gejolak harga tidak berdampak pada ekonomi rumah tangga. Pemantauan harga secara berkala dan respon cepat dari pemerintah dianggap perlu agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Yenni juga mengingatkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan ekonomi lokal harus menjadi pilar utama dalam pemerataan kesejahteraan. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang lebih besar bagi pelaku ekonomi desa untuk tumbuh melalui dukungan kebijakan nyata, bukan hanya wacana forum.
Meski agenda BI bersifat seremonial dan evaluatif, Yenni melihat forum tersebut sebagai kesempatan penting untuk menekan isu-isu mendesak yang sering tidak muncul dalam laporan formal. Ia berharap hasil diskusi dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih tajam dan berpihak pada masyarakat luas.
“Momentum ini harus kita gunakan untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Kaltim harus maju, tapi pemerataannya juga harus terasa,”tutupnya. (Putri/Par)





