UpdateIKN.com, Samarinda – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mengkhawatirkan. Hingga 19 September 2025, tercatat 11 warga meninggal dunia akibat DBD. Kini, sebanyak lima kabupaten/kota berstatus merah atau daerah dengan kasus kematian, yakni Bontang, Berau, Kutai Barat (Kubar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Kondisi ini membuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, bergerak cepat dengan memimpin rapat koordinasi lintas daerah. Rapat digelar secara daring bersama dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta pengelola program DBD dari kabupaten/kota terdampak, Jumat (19/9/20225).
“Status merah ini peringatan keras bagi kita semua. Pasien dengan gejala demam harus segera diperiksa NS1 sejak hari pertama, jangan sampai terlambat,” ujarnya.
Untuk menekan kasus, Jaya Mualimin menginstruksikan beberapa langkah utama, diantaranya pemeriksaan NS1 wajib dilakukan sejak awal pasien datang ke fasilitas kesehatan. Distribusi reagen merata ke seluruh rumah sakit dan puskesmas. Koordinasi dengan BPJS Kesehatan agar tidak ada pasien terkendala biaya. Penguatan surveilans vektor, termasuk pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ), larvasidasi, dan fogging fokus.
Ia menambahkan, surat edaran resmi akan segera diterbitkan untuk memastikan seluruh jajaran kesehatan di Kaltim patuh terhadap instruksi ini
Hingga September 2025, daerah yang mencatat kematian akibat DBD sekaligus menjadi zona merah antara lain Bontang 2 kasus meninggal Berau 1 kasus meninggal, Kutai Barat (Kubar) 2 kasus meninggal meninggal, Paser 2 kasus. Penajam Paser Utara (PPU) 1 kasus meninggal
Selain itu, kasus kematian juga tercatat di Kutai Kartanegara, Samarinda, dan Balikpapan masing-masing satu orang.
Tak hanya fokus pada penanganan medis, Jaya Mualimin juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan gerakan 3M Plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, serta langkah tambahan seperti penggunaan kelambu dan menjaga kebersihan rumah.
“Pemerintah sudah bergerak, sekarang giliran masyarakat ikut peduli. Bersihkan lingkungan, buang genangan air, dan jangan biarkan jentik nyamuk berkembang biak,” kata Jaya Mualimin.
Dengan kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Jaya Mualimin yakin Kalimantan Timur dapat menurunkan angka kematian akibat DBD.
“Setiap nyawa sangat berarti. Jangan biarkan DBD terus merenggut korban. Mari bersama wujudkan Kaltim sehat dan bebas DBD,” pungkasnya. (Putri/Par)






